Calon Hakim Agung Beberkan Banyak Hakim Selingkuh Ketimbang Menerima Suap

Al Abrar    •    Selasa, 30 Jun 2015 20:14 WIB
seleksi hakim agung
Calon Hakim Agung Beberkan Banyak Hakim Selingkuh Ketimbang Menerima Suap
Calon hakim agung Sunarto usai mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI. (Metrotvnews.com/Al Abrar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Hakim Agung Sunarto yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) mengakui tingkat laporan hakim yang menerima gratifikasi atau suap menurun.

Hal tersebut lantaran adanya PP Tahun 94 Tahun 2012 soal kesejahteraan Hakim. Namun demikian dirinya tidak menafikan bahwa masih ada hakim yang menerima suap.

"Laporan soal suap sudah berkurang, tapi tidak menafikan itu tidak ada," kata Sunarto dalam fit and Proper test nya di Komisi III DPR, komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Justru lanjut Sunarto, laporan soal hakim yang selingkuh lebih banyak ketimbang hakim yang menerima suap. Kata dia, diketahuinya banyak hakim selingkuh dari laporan statistik yang diterima pihaknya sebagai badan pengawasan.

"Sekarang ada pengaduan soal perselingkuhan yang terjadi karena penghasilan naik dan kebutuhan-kebutuhan juga naik. Itu mungkin, saya belum bisa menganalisis, tapi yang pasti dari tahun ke tahun banyak dan terus meningkat dari statistik pengaduan masalah perselingkuhan ini," jelas Sunarto.

Diketahui, Sunarto dan lima calon lainnya menjalani fit and proper tes sebagai calon hakim agung di Komisi III DPR, setelah lolos tahap di Komisi Yudisial. Adapun kebutuhan hakim di MA yaitu sebanyak delapan orang, sementara DPR baru melakukan uji kelayakan dan kepatutan empat orang.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman mengatakan hasil dari uji kelayakan tersebut akan dibacakan 2 Juli 2015.

"Nanti 2 Juli keputusannya, kita hanya sampai menyetujui atau tidak menyetujui," tukas Benny.


(MEL)