Diduga Gabung ISIS, Perempuan Tionghoa Ini Hilang Sejak 2005

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 01 Jul 2015 00:53 WIB
isis
Diduga Gabung ISIS, Perempuan Tionghoa Ini Hilang Sejak 2005
Tenggana Kosasih, menunjukkan foto anaknya saat mengenakan hijab. Foto-foto: MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Tak ada kecurigaan dibenak Tenggana Kosasih, 62, atas beasiswa ke Australiaa yang didapat putrinya, Asri Lestari Kosasih, pada 2005 silam. Warga Lemahwungkuk Kota Cirebon itu harus kehilangan anak keduanya hingga kini.

Asri menerima beasiswa ke Australia saat mengikuti pameran pendidikan di Cirebon. Tawaran yang cukup bergengsi tersebut langsung disetujui kedua orang tuanya saat itu.

“Padahal saat itu dia belum lulus SMA. Tapi, kata pihak kampusnya, mereka tidak butuh ijazah Indonesia, jadi langsung bisa masuk,” cerita Tenggana, saat ditemui Selasa (30/06/2015).

Tanpa sepengetahuan Tenggana, Asri berteman cukup dekat dengan warga Turki bernama Alexander Serrebrenikov. Sejak berhubungan dengan warga turki tersebut, sifat Asri sudah berubah dan terkesan menutup-nutupi beberapa hal.


(Asri sebelum dan setelah memakai hijab)

Asri bahkan tinggal di kediaman warga Turki yang beristrikan warga negara Malaysia tersebut. Pada 2006 dan 2007 Asri masih sempat pulang, namun sejak 2010 komunikasi dengan Asri terputus.

“Pada 2013, kami mengetahui informasi Asri tinggal di Batam setelah adiknya bisa masuk ke email pribadi Asri,” Kata Tenggana

Tenggana sempat bertemu Asri di Batam dan mengaku tinggal di sebuah pesantren. Asri mengaku sudah menjadi mualaf empat tahun lalu dan sekarang berpakaian serba tertutup lengkap dengan cadar. Bahkan, Asri sudah tidak mau diajak pulang oleh orang tuanya dengan alasan benci pada orang Tionghoa dan tidak suka ada anjing dan berbagai patung di rumahnya.

Asri juga mempermasalahkan foto-foto yang dipajang di rumahnya. Ia menganggap foto-foto itu sebagai penyebab tidak datangnya malaikat ke sana.


(Asri sempat berfoto dengan ayahnya)

“Asri itu nonmuslim dan keturunan Tionghoa, tapi dia tiba-tiba benci kepada Tionghoa. Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan tentang keyakinannya. Dia memang sangat berubah. Saya berharap dia pulang ke rumah,” kata Tenggana

Sayangnya, usaha memulangkan Asri gagal dan hingga saat ini keberadannya sudah tidak bisa ditemukan lagi. Bahkan, kepolisian Batam yang ikut menangani kasus ini juga kehilangan jejak Asri.

“Saya sudah lapor ke Kemenlu, Komnas Ham, dan Mabes Polri. Tapi belum ada perkembangan. Asri mengaku punya suami di Australia, tapi tidak jelas siapa. Bahkan dia juga sempat terlibat kasus trafficking di Batam dengan mencoba merekrut tiga orang anak Papua ke jaringannya, yang akan direkrut jaringannya,” kata Tenggana.


(Laporan kehilangan Asri)

Tenggana yakin Asri merupakan korban dari jaringan perdagangan manusia internasional yang akhirnya menjadi salah satu pelakunya. Keluarga berharap Asri segera bisa dipulangkan ke Cirebon.

“Anak saya ditangkap polisi pun tidak apa-apa, yang penting pulang. Saya sangat khawatir, apalagi banyak yang bilang dia gabung sama ISIS,” Kata Tenggana.


(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA