Alasan Ahok Pecat Dirut PAM Jaya

Wanda Indana    •    Rabu, 01 Jul 2015 01:19 WIB
air bersih
Alasan Ahok Pecat Dirut PAM Jaya

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mencopot Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, Sri Widayanto Kaderi pada Senin 29 Juni lalu. Alasannya, Kaderi tak becus mengurus ketersediaan air bersih di Ibu Kota. 

"Karena 2,5 tahun dia sudah terlalu enggak kreatif lagi. Makanya ada usia pensiun kan," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015). 

Niatan mencopot Kederi sudah lama direncanakan Ahok. Musababnya, mantan Bupati Belitung Timur itu menilai PAM Jaya melakukan monopoli dan mementingkan perusahaan swasta ketimbang masyarakat.

"Sejak tahun 1981 saya sekolah di Jakarta, tinggal di Pluit, saya tahu benar sulitnya akses air bersih. Saya dendam luar biasa pada PAM. Ada tangki air gratis saya lihat yang daftar, dia jual ke industri. Bukan utamakan warga tapi monopoli," kata Ahok, beberapa waktu lalu.

Bahkan suami Veronica Tan itu mengaku sempat dipermainkan, karena diminta mengirim surat perdamaian ke PAM Jaya terkait masalah pasokan air bersih. Ahok juga diminta datang sendiri ke kantor PAM Jaya.

"Saya mau pecat semua orang PAM. Mereka minta saya hadir langsung, saya kirim ke Biro Hukum. Malam hari saya dikirimi surat bermaterai, besok dipanggil untuk kirim surat perdamaian, kirim ke bagian hukum. Maksud lo apa, emang lo punya siapa?” ujarnya.

Seperti diketahui, Ahok menyerahkan jabatan Dirut PAM Jaya yang baru kepada Erlan Hidayat, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Sementara Kaderi, dipindahkantugaskan menjadi Anggota Badan Pengawasan Perusahaan Air Minum (BP PAM) Jakarta.


(MEL)