Dinas Kebersihan Depok Klaim Telah Menindak 118 Pembuang Sampah Liar

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 01 Jul 2015 01:27 WIB
sampah
Dinas Kebersihan Depok Klaim Telah Menindak 118 Pembuang Sampah Liar
Ilustrasi sampah. (MI/ Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok mengklaim telah berhasil menangkap ratusan warga yang sering membuang sampah sembarangan. Tindakan ini diambil hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun atau pada April 2015 lalu.

"Penangkapan seperti itu sudah kita lakukan, sudah 118 pembuang sampah liar kita tangkap tahun ini," kata Kasubbag Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Imam Panuju, kepada Metrotvnews.com, di Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (30/6/2015).

Seperti diketahui, peraturan daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2012 Pasal 10 dan Pasal 29 mengatur bahwa pelarangan bagi warga membuang sampah sembarangan dan terdapat sanksi bagi warga yang melanggarnya. Sanksi tersebut berupa kurungan tiga bulan atau denda sebesar Rp25.000.000.

Imam mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan kegiatan sosialisasi terhadap warganya, agar dapat memiliki kesadaran untuk tak membuang sampah sembarangan. 

"Semua yang bermasalah dengan sampah, kita sosialisasikan," ujar dia.

Menurut dia, selama ini Depok telah melakukan penanganan sampah dengan cukup baik. Bahkan, kata dia, hanya di Depok yang penanganan sampahnya di mulai dari hulu atau sumber asal sampah. Jadi begitu tiba di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah-sampah sudah dipilah dan tidak menumpuk.

"Sebetulnya Depok ini satu-satunya yang penangannya sampah itu dari hulu. Jadi diawali dari rumah tangga. Jadi rumah tangga sudah harus memilah, paling 15 persen yang bisa di buang ke TPA. Sisanya bisa menjadi nilai jual ekonomi," pungkas dia.



(MEL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA