Pesawat Hercules Jatuh

Kapuspen Sebut Hercules Bukan untuk Komersil

Meilikhah    •    Rabu, 01 Jul 2015 08:27 WIB
hercules jatuh di medan
Kapuspen Sebut Hercules Bukan untuk Komersil
Suasana lokasi jatuhnya pesawat Hercules C-130. (Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Fuad Basya, mengungkapkan, seluruh pesawat milik TNI tak diizinkan mengangkut warga sipil untuk tujuan komersil. 

Ihwal kabar adanya warga sipil di dalam pesawat TNI AU jenis C-130 Hercules dengan nomor ekor A-1310 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatra Utara, dia menyebut seluruh warga sipil yang menumpangi pesawat nahas itu adalah keluarga anggota TNI.

"Tidak ada pesawat kita membawa orang sipil yang sifatnya bisnis ya. Yang dibawa itu adalah warga sipil keluarga TNI, anak dan istri anggota TNI yang menuju ke wilayah," ujar Fuad, kepada Metrotvnews.com, Rabu (1/7/2015).

Dijelaskan Fuad, keluarga anggota TNI yang menumpangi pesawat Hercules diperbolehkan, karena dianggap sebagai perjalanan dinas. "Kalau keluarga anggota TNI boleh lah, istri anggota TNI dinas dia, mendampingi suami kan dinas itu," jelasnya.

Fuad menerangkan, istri dan anak yang menumpangi pesawat Hercules untuk menyusul anggota TNI yang tengah bertugas di Kepulauan Natuna. Dia sendiri belum mengetahui kabar adanya warga sipil yang membayar sejumlah uang untuk dapat menumpangi pesawat. 

"Yang di bawah itu orang sipil keluarga TNI, anak istri anggota TNI ke suatu wilayah. Ada beberapa anggota pindahan dari Medan pindah ke Tanjung Pinang, ada yang pindah ke Natuna juga, suaminya sudah di sana, istrinya menunggu anaknya sekolah," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna mengatakan pihaknya akan menginvestigasi kelayakan angkut pesawat dan adanya komersialisasi penumpang. Dia membantah Hercules tersebut dipakai untuk angkutan komersil. Meski dia mengakui ada korban yang berasal dari sipil yang merupakan keluarga dari TNI.

"Enggak ada dikomersilkan. Kecuali ada perintah dari atas misalnya untuk bencana alam. Kalau ada, saya pecat komandannya. Itu bagian dari evaluasi dan investigasi juga," cetus Agus. 


(MEL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA