Fitch 'Tebas' Peringkat Yunani Usai Seruan Referendum

Antara    •    Rabu, 01 Jul 2015 08:57 WIB
ekonomi yunani
Fitch 'Tebas' Peringkat Yunani Usai Seruan Referendum
Ilustrasi Yunani -- Reuters/Alkis Konstantinidis

Metrotvnews.com, Paris: Lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat kredit Yunani dari CCC menjadi CC, yang sangat rentan terhadap gagal bayar (default). Pemangkasan ini menyusul kegagalan perundingan dana talangan (bailout) dan seruan pemerintah Yunani untuk referendum.

"Rincian negosiasi antara pemerintah Yunani dan para krediturnya telah secara signifikan meningkatkan risiko bahwa Yunani tidak akan mampu menghormati kewajiban utangnya dalam beberapa bulan mendatang, termasuk obligasi yang dimiliki oleh sektor swasta," kata Fitch, seperti dikutip dari AFP, Rabu (1/7/2015).

"Kita sekarang melihat gagal bayar pada utang pemerintah yang dipegang oleh para kreditur swasta sebagai kemungkinan."

Fitch mencatat bahwa jajak pendapat menunjukkan lebih banyak warga Yunani mendukung program dana talangan yang disiapkan untuk pemungutan suara pada Minggu, meskipun pemerintah Yunani merekomendasikan untuk menolaknya.

Meski demikian, lembaga itu mengatakan, risiko suara "Tidak" akan cukup signifikan. Bahkan, suara "Tidak" akan secara dramatis  meningkatkan risiko Yunani keluar dari zona euro.

"Sepertinya keluar (dari zona euro) mungkin akan menjadi kacau karena pemerintah saat ini tak mungkin bekerja sama dengan pihak berwenang Eropa dalam peristiwa tersebut."

Dan sekalipun dengan suara "Ya", katanya, keuangan negara akan tetap "genting", terutama karena bisa berarti jatuhnya pemerintahan Perdana Menteri Alexis Tsipras dan tantangan membentuk pemerintahan baru.

Dengan menumpuknya tekanan pada negara dari lebih banyaknya pembayaran utang yang kian mendekati jatuh tempo, negara akan mengalami kesulitan. Fitch mencatat bahwa langkah pemerintah Yunani telah menyebabkan Bank Sentral Eropa membatasi pembiayaan likuiditas untuk bank-bank Yunani.

Fitch kemudian memangkas peringkat empat bank utama Yunani menjadi "gagal bayar terbatas" pada Senin, karena bank tidak dapat memenuhi semua permintaan para deposan di bawah kontrol modal.


(AHL)