Pesawat Hercules Jatuh

TNI AU Telusuri Calo Izin Sipil Naik Hercules

Krisiandi    •    Rabu, 01 Jul 2015 10:21 WIB
hercules jatuh di medan
TNI AU Telusuri Calo Izin Sipil Naik Hercules
Marsekal Agus Supriatna. Foto: M Agung Rajasa/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna mengaku bingung dengan adanya pengakuan keluarga korban jatuhnya pesawat Hercules yang mengatakan kerabatnya membayar untuk bisa naik pesawat Hercules. Dia sudah bertanya langsung pada beberapa pihak terkait pemberitaan ini.

"Saya bingung, saya tanya ke beberapa orang, bayar berapa, mana buktinya, mana kuitansinya, dijawab enggak ada," ujar Agus kepada Metro TV, Rabu (1/7/2015). 

Agus menjelaskan, warga sipil boleh menumpang Hercules asal dia adalah keluarga prajurit TNI. Penumpang sipil juga harus mengantongi izin dari keluarganya yang prajurit. 

"Misalnya si A atau si B keluarga dari sersan C. Baru bisa naik," papar Agus.

Persoalannya, kata Agus, semua penumpang Hercules A1310 mengantongi izin. Karena tanpa izin petugas tidak akan menerbangkan warga sipil untuk terbang naik Hercules. Agus menduga ada oknum yang mengomersialisasi izin.

"Nah di sini jangan-jangan ada oknum. Kita akan cari oknumnya," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang keluarga korban kecelakaan pesawat, Reni, mengungkapkan anggota keluarganya membayar sekitar Rp990 ribu untuk menumpang Hercules ke Natuna. "Iya bayar untuk menumpang pesawat ke Natuna, Rp 990 ribu," kata Reni, melalui sambungan telepon dalam dialog Primetime News Metro TV, Selasa 30 Juni. 

Pesawat Hercules C-130 A1310 milik TNI AU yang membawa 122 penumpang jatuh di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni. Pesawat buatan 1964 itu jatuh sekitar pukul 11.48 WIB atau dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, Kota Medan. 


(KRI)