Serda Agung Jadi 'Korban' Hercules setelah Cuti Sebulan di Rumahnya

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 01 Jul 2015 13:14 WIB
hercules jatuh di medan
Serda Agung Jadi 'Korban' Hercules setelah Cuti Sebulan di Rumahnya
Suasana duka di rumah Serda Agung, Yogyakarta, Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Suwardi tak pernah menyangka putra bungsunya, Serda Agung Budiarto, meninggal dalam kecelakaan pesawat Hercules di Medan, Sumatra Utara. Kecelakaan terjadi setelah Serda Agung menghabiskan masa cutinya selama sebulan dengan berkumpul bersama keluarga di Sleman, Yogyakarta.

Saat Metrotvews.com mendatangi rumah duka, Rabu 1 Juli, Watinem tak mampu menyembunyikan duka kehilangan putra bungsunya. Ibu Serda Agung itu terus menangis dan hanya bisa berbaring di ranjang. Sesekali ia memanggil nama Serda Agung. Kerabat pun terus berusaha menenangkannya.

Di bagian luar, sejumlah orang memasang tenda di rumah yang berlokasi di Desa Sendang Tirto, Berbah, Sleman. Mereka mempersiapkan keperluan untuk menyambut kedatangan dan memakamkan jenazah.

Di sisi lain rumah, Suwardi duduk terdiam. Ia tak pernah menyangka hari Senin, 29 Juni 2015, menjadi masa terakhir ia bertemu dan melihat wajah putra bungsunya. Hari itu, ia mengantar Agung ke Pangkalan Udara (Lanud) Adi Sutjipto Yogyakarta untuk bertugas ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Saat itu pula, terakhir kali Serda Agung membonceng ayahnya dengan sepeda motor yang biasa ia gunakan. Tak sedikit pun firasat buruk terbersit di pikiran Suwardi saat itu.

Meski demikian, Suwardi mengaku ikhlas melepas kepergian putranya ke pangkuan Ilahi. Ia pun bangga sang anak mewujudkan cita-citanya untuk menjadi anggota TNI Angkatan Udara.

‎"Saya bersyukur diberi cobaan ini, bersyukur sudah bisa memenuhi keinginannya Agung," kata Suwardi sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.

Bagi Suwardi, Agung merupakan sosok pendiam namun senang bergaul. Agung aktif di kegiataan keagamaan maupun kepemudaan. Tak heran bila anak-anak kecil senang bermain dengan pemuda berusia 25 tahun tersebut.

"Anaknya ngemong. Semua anak kecil di sini kenal, Agung ngajar TPA juga, karang taruna aktif juga," ungkap Suwardi.


(RRN)