Pertamina Belum Menyetujui Pembagian Saham Blok Mahakam

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 01 Jul 2015 15:33 WIB
blok mahakam
Pertamina Belum Menyetujui Pembagian Saham Blok Mahakam
Blok Mahakam Kaltim. Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan belum menyetujui rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kaltim yang meminta porsi saham dalam skema participating interest Blok Mahakam sebesar 19 persen.

"Ya. Itu kan belum kita negosiasikan. Belum tentu juga kita mau dengan porsi seperti itu," ungkap Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Ia juga meminta secepatnya untuk operator existing, Pemda Kaltim, serta pemerintah untuk duduk bersama membicarakan porsi saham Blok yang akan habis masa kontraknya di 2017 ini.

"Nah 19 persen acuannya siapa? Terus dari mana dasarnya? Makannya kita tanya suratnya mana? Kita duduk sama-sama.  Kita tidak akan menunda atau memberlambat, kita mau cepat," ucap dia.

Sebagai informasi sebelumnya, Blok Mahakam akan habis masa kontraknya pada Desember 2017. Pemerintah sudah membuat keputusan, untuk menjadikan Pertamina sebagai operator utama di Blok tersebut.

Terhitung 1 Januari 2018 blok tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh Pertamina.

Pemerintah juga telah mengumumkan porsi saham Blok Mahakam yaitu 70 persen dipegang oleh Pertamina dan BUMD, dan 30 persen sisanya dipegang oleh Total dan Inpex.

Gubernur Kaltim meminta jatah Participating Interest (PI) untuk daerahnya sebesar 19 persen atau mencapai hampir dua kali lipat dari angka maskimal yang telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2015.


(SAW)