NasDem, PDIP, Hanura Tolak Dana Aspirasi, Demokrat tak Jelas

Surya Perkasa    •    Rabu, 01 Jul 2015 16:40 WIB
dana aspirasi
NasDem, PDIP, Hanura Tolak Dana Aspirasi, Demokrat tak Jelas
Relawan Bara JP menolak alokasi dana aspirasi yang ditentukan sebesar Rp20 miliar untuk setiap anggota DPR. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai NasDem, PDI Perjuangan, dan Hanura, tegas menolak Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dana aspirasi. Bahkan NasDem memutuskan ke luar dari ruang sidang paripurna.

"Kami tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan keuangan, penyimpangan keuangan negara, dan memperhatikan kondisi keuangan dan kondisi APBN," kata Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate sebelum ke luar ruang sidang di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Sementara itu, Fraksi Hanura menolak mendukung program tersebut karena menilai bukan tugas anggota dewan. "Fraksi Hanura tidak ingin mengambil program yang bukan menjadi tugas DPR. Kami takut terjadi tumpang tindih dengan pemerintah," sebut Juru Bicara Hanura Arief Suditomo.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan memilih tidak bersikap. Hingga sidang paripurna berakhir, PDI Perjuangan tidak mengutus juru bicara untuk menyampaikan usulan program.

Berbeda dengan tiga partai tersebut, Demokrat bersikap abu-abu. Mereka tidak menolak, tapi tidak juga mengusulkan program. Juru Bicara Fraksi Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya tidak akan mengusulkan program karena lima syarat belum terjawab.

"Perlu lihat lima hal pokok ini dulu sehingga belum dapat bersikap. Ingin melihat respons pemerintah yang selama ini menjadi wacana, untuk memastikan bahwa DPR dan pemerintah memiliki sikap yang sama," kata Herman.

Selain empat fraksi ini, enam fraksi lainnya memutuskan setuju untuk mengusulkan program. Keenam fraksi ini kemudian menyerahkan beberapa program yang akan masuk daftar UP2DP.


(TRK)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

4 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA