Pekan Depan, KPK Ajukan PK Praperadilan Hadi Poernomo

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 01 Jul 2015 17:14 WIB
praperadilan
Pekan Depan, KPK Ajukan PK Praperadilan Hadi Poernomo
Plt Pimpinan KPK Johan Budi.---MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan praperadilan mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo. Memori PK diperkirakan dikirim pekan depan.

"Tadi, kata Biro hukum, ada perbaikan-perbaikan. Belum dikirim ke MA," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi, dalam pesan singkat, Rabu (1/7/2015).

Menurut dia, memori PK yang bakal diajukan ke Mahkamah Agung (MA) masih dalam proses penyusunan di Biro Hukum KPK. Memori PK bakal dikirim ketika perbaikan selesai. "Kemungkinan pekan depan,"  jelas dia.

Selasa 26 Mei lalu, Hakim tunggal Haswandi mengabulkan gugatan dari Hadi Poernomo. Dalam putusannya, Hakim Haswandi menilai penyidikan terhadap perkara Hadi tidak sah.

Hakim mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya mengenai penetapan tersangka Hadi Poernomo yang dilakukan secara bersamaan dengan terbitnya sprindik KPK pada 21 April 2014.

Menurut penilaian hakim, sesuai dengan Pasal 46 dan Pasal 38 UU KPK, penetapan tersangka dilakukan setelah proses penyidikan. Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa saksi dan barang bukti.

Sementara dalam penyelidikan dan penyidikan Hadi, KPK dianggap tak melakukan itu. Mengacu pada UU tersebut, Hakim menegaskan penetapan tersangka yang dilakukan KPK pada Hadi tidak sah dan bertentangan dengan UU.

"Penetapan tersangka harus dilakukan setelah penyidikan berupa pemeriksaan saksi dan barang bukti. Namun dalam penetapan tersangka pemohon dilakukan bersamaan dengan sprindik yang dikeluarkan 21 April. Dengan demikian penetapan pemohon sebagai tersangka bertentangan dengan UU dan SOP KPK sendiri," jelas Haswandi.
 


(TII)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

10 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA