Nyat Kadir Berang Kepri Kehilangan Kapal Pelni

Angga Bratadharma    •    Rabu, 01 Jul 2015 19:11 WIB
kapal
Nyat Kadir Berang Kepri Kehilangan Kapal Pelni
Nyat Kadir (Foto: Dokumentasi Media Center Fraksi NasDem)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dengan kondisi geografis yang sangat sulit, Kapal Motor (KM) dari PT Pelni merupakan harapan bagi warga Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Natuna dan Anambas sebagai alat transportasi. Namun, seiring pergantian Dirut PT Pelni, keberadaan kapal penumpang ini malah hilang. Hal ini dikeluhkan oleh warga di dua kepulauan tersebut jelang lebaran.

Keluhan ini sebagaimana disampaikan langsung anggota Komisi VII Fraksi NasDem Nyat Kadir kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam rapat kerja Komisi VII.

Nyat Kadir menjelaskan, Direktur Utama Pelni sebelumnya yang digantikan pada Rabu pekan lalu 22 Juni, telah memenuhi keinginan warga Kepri untuk penambahan kapal.

"Tetapi, tiba-tiba sekarang ini ditarik padahal menjelang Lebaran sangat penting bagi daerah, Natuna dan Anambas itu harapannya," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Ia mengaku sempat juga menghubungi Dirut PT Pelni yang baru Elfien Goentoro, untuk meminta penjelasan terkait penarikan kapal. Darinya, Nyat Kadir memperoleh penjelasan bahwa kedua kapal yang sebelumnya melayani Natuna dan Anambas akan dialihkan ke wilayah lain di Indonesia.

Penjelasan dari Elfien inilah yang kemudian membuat Nyat Kadir berang. "Nah kemarin dengan PT Pelni kita mempersoalkan kenapa tidak diadakan penambahan kapal penumpang baru tetapi justru ngotot ke bisnis baru yaitu kapal barang. Padahal kapal penumpang sangat dibutuhkan," ujarnya.

Berangnya Mantan Walikota Batam ini dapat dipahami karena mahalnya biaya transporatsi udara apabila kapal laut dihilangkan oleh PT Pelni. "Saya pergi ke Anambas itu harga tiket pesawat Rp1,25 juta dari Batam, betapa tingginya harga itu. Sama (dengan) ke Jakarta bahkan ke Jakarta masih ada tiket yang lebih murah. Harapan utamanya adalah kapal," ungkapnya.

Lebih jauh, Nyat Kadir juga menyampaikan kebutuhan masyarakat Kepri terhadap kapal barang untuk melengkapi kapal penumpang. Kapal barang ini menurutnya dibutuhkan sebagai alat transportasi komoditas bahan baku.

"Sekarang ini harga-harga kebutuhan bahan pokok sangat tinggi di Natuna dan Anambas, bahkan tertinggi  untuk Kepri, seperti harga beras (sekarang) diatas Rp12 ribu. Berbeda dengan Batam, harga beras disana masih dapat dibeli dengan harga Rp7-8 ribuan karena beras ilegal masih bisa masuk ke sana," tukasnya.

Lebih jauh, Nyat Kadir bahkan mengatakan telah mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk impor beras khusus untuk guna memenuhi kebutuhan di daerah perbatasan. "Mengenai beras ilegal saya yakin aparat mampu mengatasinya. Jadi, kita melihat sangat kaku dan belum bisa mengatasi sampai saat ini," pungkasnya.


(ABD)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

11 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA