Pembunuhan Angeline

LPSK Pertimbangkan Lindungi 7 Saksi Angeline

Arnoldus Dhae    •    Rabu, 01 Jul 2015 19:21 WIB
penemuan jenazah angeline
LPSK Pertimbangkan Lindungi 7 Saksi Angeline
Ibu kandung Angeline, Hamidah (kedua kanan) saat meninjau jenazah Angeline di RS Sanglah Denpasar, Bali, Selasa (16/6). Foto: Antara/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Denpasar: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menemui saksi-saksi kasus pembunuhan Angeline, 8 tahun. Tim dari LPSK menggali informasi untuk memberikan perlindungan kepada mereka. Ada enam saksi yang diusulkan untuk dilindungi.

Mereka adalah para saksi yang dihadirkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar. Di antara para saksi itu ada orang tua Angeline, Hamidah dan Achmad Rosidik.

Selain keenam saksi tersebut, Sekretaris P2TP2A, Siti Sapurah, juga meminta dirinya dilindungi LPSK. "Jadi, total yang dimintakan perlindungan ada tujuh orang," kata Sapurah yang kerap disapa Ipung, di Kantornya, Rabu (1/7/2015).

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua LPSK Askari Razak menuturkan kehadirannya untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan para saksi kasus pembunuhan Angeline. Perlindungan yang akan dilakukan beragam sesuai kebutuhan.

"Selain administrasi, kami juga memberikan perlindungan kesehatan, pengawalan, hingga save house. Besok kami mendalami lagi," kata Askari. Hingga kini, lembaganya belum menyimpulkan perlindungan macam apa yang akan diberikan kepada para saksi tersebut.

Sementara itu, Ni Luh Putu Anggraeni, aktivis P2TP2A Kota Denpasar lainnya, menyebutkan Ipung memang perlu dilindungi karena sudah ada ancaman nyata terhadapnya.

"Ada ancaman melalui telepon, lalu ada juga pernyataan akan melaporkan Ipung. Kami harus siap-siap juga. Mbak Ipung akan dilaporkan katanya. Kami harus berkoordinasi dengan kementerian," katanya.

Salah seorang saksi kematian Angeline, Rahmat Handono, juga mengaku diintimidasi oleh seseorang agar mencabut keterangan yang telah diberikannya. "Saya disuruh mencabut laporan oleh seseorang," katanya.


(UWA)