Inflasi Bali Terendah Selama 7 Tahun Terakhir

Antara    •    Rabu, 01 Jul 2015 23:21 WIB
inflasi
Inflasi Bali Terendah Selama 7 Tahun Terakhir
Upah harian buruh tani pada Februari 2015 meningkat sebesar 0,46 persen. MI/Abdullah Reubee

Metrotvnews.com, Denpasar:  Inflasi yang terjadi di Provinsi Bali pada bulan Juni 2015 sebesar 0,08 persen merupakan yang terendah selama tujuh tahun terakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar menuturkan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) 
mengatakan hal ini karena tim inflasi daerah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan inflasi.  

"Di antaranya dengan melakukan berbagai upaya antara lain operasi pasar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali serta  pendistribuan kebutuhan bahan pokok secara lancar mampu memberikan hasil yang cukup menggembirakan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Rabu (1/7/2015).

Padahal periode Juni selalu dibayangi lonjakan inflasi, terutama terkait momentum liburan sekolah  yang menyebabkan meningkatnya permintaan sejumlah kebutuhan bahan pokok.

Panasunan berharap inflasi Bali pada bulan Juli tetap terkendali sesuai target pencapaian inflasi tahunan yang ditetapkan  Pemerintah Provinsi Bali. Terlebih ada beberapa ancaman inflasi akibat adanya momentum hari raya besar di Bali.

"Juli ini ada ancaman meningkatnya inflasi cukup besar karena adanya momen Hari Raya Galungan, Kuningan, dan Lebaran. Itu  semua harus disikapi, mengingat Bali memasok barang dari berbagai pulau," ujarnya.

Secara  kumulatif inflasi Bali periode Januari-Juni 2015 sebesar 0,84 persen, sedangkan inflasi tahunan (year on year/YoY) mencapai 6,60 persen.

Dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei, 76 kota di antaranya mengalami inflasi dan  enam kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,90 persen dan terendah di Palu sebesar 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,80 persen dan terendah di Pangkal Pinang sebesar 0,14 persen.



(SAW)