Kondisi Perbatasan Memprihatinkan, Pembangunan Perlu Digiatkan

Fajar Nugraha    •    Kamis, 02 Jul 2015 10:00 WIB
perbatasan
Kondisi Perbatasan Memprihatinkan, Pembangunan Perlu Digiatkan
Wamenlu A.M Fachir menerima perwakilan Kadin (Foto: Dok.Kemlu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kawasan perbatasan sampai saat ini dianggap kondisinya memprihatinkan. Pembangunan wilayah perbatasan harus melibatkan seluruh pihak.
 
"Untuk membangun kawasan perbatasan kita harus melibatkan seluruh stakeholders yang ada, Perwakilan RI di kawasan perbatasan juga siap dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan penduduk dan pelaku usaha," ujar Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (2/7/2015).

Hal tersebut disampaikan oleh Wamenlu Fachir saat menerima Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, James Budiono pada 1 Juli 2015 di Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum KADIN menyampaikan kondisi yang cukup memperihatinkan di beberapa kawasan perbatasan dan urgensi untuk melakukan pembangunan.

Di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia masyarakatnya sangat bergantung dengan distribusi bahan pokok dan infrastruktur dari Malaysia hingga transaksi perdagangan umumnya masih menggunakan mata uang ringgit.

 
Wamenlu menyambut baik keinginan KADIN untuk mengembangkan potensi ekonomi di kawasan perbatasan dalam membantu mewujudkan program pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah.  
Pengembangan tersebut dapat mencontoh kerja sama perbatasan yang telah sukses dilakukan seperti pengembangan kawasan Karimun, Bintan dan Batam yang dilakukan dengan Singapura. Semua stakeholder khususnya Pemerintah Daerah harus diberikan peran yang besar.

"Pengembangan ekonomi di perbatasan dapat diwujudkan melalui mekanisme kerja sama bilateral dan regional," lanjutnya.

Dalam kaitan ini, perlu dibangun konektivitas yang solid dalam rangka pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan dimana hal tersebut juga merupakan prioritas utama dari program Nawacita Pemerintahan Presiden Jokowi.


(FJR)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

17 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA