Ahok Minta Operasi Pasar Gunakan e-Money

Wanda Indana    •    Kamis, 02 Jul 2015 12:01 WIB
operasi pasar
Ahok Minta Operasi Pasar Gunakan e-Money
Operasi pasar di Benhil. (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama meminta operasi pasar yang dilakukan PD Pasar Jaya menggunakan transaksi non cash atau menggunakan uang elektronik (e-money). Pengunaan dinilai efisien untuk mengetahui data pembeli dan jumlah ketersediaan barang.
 
“Saya mau percobaan operasi pasar menggunakan transaksi non tunai selama enam hari ke depan. Kalau laku, kenapa bisa 16 hari," kata Ahok saat membuka kegiatan operasi pasar di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015).
 
Ahok menjelaskan, operasi pasar hanya untuk masyarakat penghasilan rendah dan menengah. Jika stok kebutuhan pokok tidak cukup, pihaknya akan membatasi pembeli berdasarkan penghasilan masyarakat.
 
"Sekarang semua bisa beli. Tapi kalau stok terbatas kami buat aturan hanya yang penghasilannya sekian saja yang boleh beli," jelas Ahok.
 
Dengan e-money, Ahok berharap dapat mengetahui data pembeli, apakah termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, menengah atau tinggi. Dengan data itu , pihaknya juga bisa memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok.
 
"Saya ingin data. Kalau non cash, tiap kali dia transaksi di operasi pasar bisa ketahuan, dia kaya enggak? Punya mobil enggak? Tinggal di rumah sakit kelas berapa? Dengan data itu saya bisa kaji kelayakan pembeli," ujar Ahok.
 
Ahok menunjuk PD Pasar Jaya untuk melakukan operasi pasar dengan menggunakan transaksi non tunai. PD Pasar Jaya menggandeng bank penerbit uang elektronik, PT Bank DKI, PT Bank Rakyat Indonesia, dan PT Bank Central Asia.
 
PD Pasar Jaya juga mengajak mitra kerja, di antaranya Bulog DKI Jakarta, Yayasan Artha Graha Peduli, PD Dharma Jaya, Koperasi Tanikuno, Asosiasi Peternakan Indonesia, PT Hebat Indonesia Mandiri.
 
PD Pasar Jaya menjual beras dengan kualitas premium Rp9.300 per kilogram dengan total stok 125.000 kilogram. Yayasan Artha Graha Peduli menjual beras kualitas medium Rp9 ribu dengan stok 5 juta kilo gram.
 
Untuk daging sapi, Yayasan Artha Graha Peduli menjual daging sapi impor Rp70 ribu per kilogram. PT Hebat Indonesia Mandiri menjual sapi bali dengan harga Rp90 ribu per kilogram dengan stok sebanyak 15 ribu kilogram. PD Dharma Jaya menjual daging sapi lokal, paha belakang seharga Rp89 ribu dan paha depan Rp85 ribu, dengan stok 200 ribu kilogram.
 
Asosiasi Peternakan Indonesia menjual ayam potong negeri dengan harga Rp25 ribu per kilogram dengan stok 5 ribu kilogram dan telur ayam negeri dijual Rp21 ribu per kilogram dengan jumlah stok 50 ribu kilogram.


(FZN)