Kisruh Kemenpora vs PSSI

Sidang PTUN: PSSI-Kemenpora Menyerahkan Bukti Akhir

Alfa Mandalika    •    Kamis, 02 Jul 2015 19:10 WIB
kisruh pssi
Sidang PTUN: PSSI-Kemenpora Menyerahkan Bukti Akhir
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakata: Sidang lanjutan gugatan PSSI terhadap Kementerian Pemuda dan Olahraga di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memasuki tahap akhir. Sidang yang digelar hari ini, Kamis 2 Juli, hanya berlangsung sekira 30 menit karena agendanya menyerahkan bukti-bukti tambahan akhir.

Pada kesempatan itu, PSSI menyerahkan bukti foto yang menguatkan bahwa ada utusan dari Kemenpora yang menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya pada 18 April 2015.

“Kami tadi serahkan bukti foto seorang utusan dari pihak Kemenpora yang menghadiri KLB PSSI di Surabaya. Kepala Bidang Organisasi Prestasi Internasional Edy Nurinda terfoto sedang mengikuti jalannya kongres pada saat itu. Foto itu kami dapatkan dari notaris kami. Ada juga tadi kami serahkan absen dan cap jempol dari orang-orang yang mengikuti KLB, yang bersangkutan, Edy Nurinda hadir membawa SK Kemenpora nomor 01307, tetapi tidak ada niatan baik untuk menyerahkannya kepada kami (PSSI),” tutur Hendry Hutagaol, tim pembela PSSI usai sidang.

Sementara itu, pihak Kemenpora, kata Hendry, menyerahkan banyak bukti tambahan terakhir kali ini.

“Mereka menyerahkan Undang-Undang Ormas Pasal 35 ayat 1 dan 2, Staatsblad 1870 nomor 64 pasal 4 dan 5, Surat Sekretaris Menpora Nomor 0212/MENPORA/VI/2015 tentang dukungan pelaksanaan turnamen pre-season ‘Piala Presiden’, Surat Sekretaris Jenderal Tim Transisi Nomor 001/TT-KEMENPORA/VI/2015 tanggal 19 Juni 2015 tentang undangan kepada klub peserta kompetisi Liga Utama untuk mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan,” beber Hendry.

“Menurut saya, bukti-bukti yang mereka ajukan tadi tidak terlalu signifikan, dan ada beberapa yang sudah lebih dahulu kami serahkan. Bukti-bukti itu justru nantinya akan lebih menguatkan kami. Apalagi terlihat ada bukti dari adanya kegiatan Tim Transisi yang sebelumnya sudah tidak dianggap eksistensinya setelah putusan sela PTUN, yang menyebutkan bahwa SK Kemenpora nomor 01307 tanggal 17 April 2015 ditunda keberlakuannya dan produk turunannya (Tim Transisi) tidak diakui keberadaannya. Mereka tetap saja melakukan aktivitas dengan membuat undangan kepada klub-klub Divisi Utama untuk mengikuti turnamen mereka, itu jelas penghinaan terhadap putusan peradilan,”sambungnya.

Selanjutnya, ada satu agenda terakhir yang sudah dijadwalkan sebelumnya, Senin 6 Juli mendatang pukul 10.00 pagi WIB, yaitu mendengarkan kesimpulan dari kedua belah pihak. Lalu, diakhiri nanti pembacaan hasil keputusan PTUN yang akan diumumkan majelis hakim, kapan waktunya.

“Setelah ini akan ada satu lagi agenda di hari Senin nanti. Yaitu kesimpulan dari kami dan dan mereka. Dilanjutkan nanti pembacaan hasil keputusan PTUN yang waktunya ditentukan oleh majelis Hakim. Untuk berapa lama, saya pikir paling lama dua minggu. Semoga saja bisa lebih cepat,” papar Hendry. (pssi.org)


(RIZ)