Jokowi Genjot Kementerian Serap Anggaran

Desi Angriani    •    Kamis, 02 Jul 2015 19:26 WIB
anggaran kementerian
Jokowi Genjot Kementerian Serap Anggaran
Menkeu Bambang dan Menko Perek Sofyan----Ant/Widodo Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut, serapan anggaran di kementerian/lembaga hingga Juni 2015 baru mencapai 33 persen. Menteri Keuangan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kecilnya serapan anggaran berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sudah masuk semester II. Sehingga kalau tidak diserap dengan benar, bisa berakibat negatif pada pertumbuhan," kata Bambang di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/6/2015).

Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengamini pernyataan Bambang. Presiden, kata dia, menggenjot jajaran kabinetnya agar tidak takut merealisasikan program sepanjang demi kesejahteraan rakyat. Bahkan, Jokowi berencana mengeluarkan regulasi guna mendukung percepatan penyerapan anggaran itu.

"Utamanya bagi program-program yang tersebar di beberapa kementerian/lembaga, seperti bansos yang tersebar di 16 kementerian dan pengembangan UKM di 23 kementerian," ucap Teten.

Teten menjelaskan, harus ada strategi jangka pendek untuk mempercepat serapan anggaran. "Belanja pemerintah, baik pusat maupun daerah harus digelontorkan agar mesin ekonomi bergerak," pungkas dia.

Sebelumnya, Bambang Brodjonegoro menyebut Kementerian PDT dan Transmigrasi menyerap anggaran paling kecil lantaran mengalami perubahan nomenklatur. Namun, rendahnya penyerapan anggaran kementerian yang dipimpin Marwan Jafar tidak perlu dibesar-besarkan. Justru, lanjut Bambang, kementerian yang tidak mengalami perubahan nomenklatur tapi penyerapannya rendah menjadi catatan Presiden Jokowi. Kementerian yang dimaksud antara lain Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.


(TII)

Vonis untuk Novanto (3)

Vonis untuk Novanto (3)

7 hours Ago

Skenario Setya Novanto untuk menghindarkan diri dari jerat KPK semakin jelas. Setidaknya itulah…

BERITA LAINNYA