Soal Kekerasan pada Anak, Sejumlah Selebritas Nyatakan Sikap

Agustinus Shindu Alpito    •    Kamis, 02 Jul 2015 21:22 WIB
selebritas
Soal Kekerasan pada Anak, Sejumlah Selebritas Nyatakan Sikap
Foto: Arist Merdeka Sirait / Media Indonesia / Sumaryanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ironi yang terjadi pada kasus kekerasan seksual atau fisik yang terjadi pada anak adalah minimnya kesadaran untuk melapor dari sisi korban dan saksi.

Selain anak-anak cenderung lemah dalam menentukan sikapnya tanpa bantuan orangtua, kekerasan justru bisa saja terjadi di dalam rumah. Paradoks itu membuat persoalan ini semakin pelik.

"Sebetulnya (keprihatinan) ini berawal dari kita pantau kasus Engeline, saya merasa kasus itu seharusnya bisa dicegah. Sebagai ibu, saya ingin ada orang yang berbuat sesuatu. Saya ingin diskusi kenapa kasus itu enggak dilaporkan. Kalau ada pembunuhan, maling, baru dilaporkan. Tapi kalau ada sexual abuse enggak langsung dilaporkan. Kami ingin cari solusinya, bagaimana agar stigma di masyarakat berubah," ungkap penyanyi Shanti, dalam sebuah diskusi di Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta Timur, pada Kamis (2/7/2015).

Kasus Engeline memang menyorot perhatian masyarakat luas. Fenomena kekerasan pada anak diduga jauh lebih banyak yang tak terungkap, lantaran kurangnya kesadaran untuk melapor. Dengan adanya pukulan berat, diharapkan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang lagi.

"Kita gunakan momentum Engeline untuk hentikan kekerasan pada anak ke depan. Kasus seperti Engeline kemudian hari enggak terjadi lagi," tegas Arist Merdeka Sirait, Ketua KPAI, pada kesempatan yang sama.

Publik figur dirasa cukup penting untuk menyebarkan pesan dan kampanye perlindungan anak. Oleh sebab itu, peran publik figur sangat diperlukan sekaligus memberi contoh nyata soal pola asuh anak yang ideal.

Tidak hanya para perempuan, kampanye ini juga diteriakkan kaum pria. Teuku Zacky secara tegas memberi perhatian pada persoalan yang belum sepenuhnya disadari masyarakat.

"Orang yang melihat kekerasan pada anak takut melaporkan dan tidak tahu mau lapor kemana, karena itu saya di sini mau bikin hotline. Kalau ada yang melihat, identifikasi dan bisa disosialisasikan. Media sosial juga sudah banyak," ungkap Zakcy.

Berdasarkan data dari KPAI, setiap tahunnya telah terjadi sekitar 3.700 kasus kekerasan pada anak. Termasuk kekerasan seksual, pembunuhan, perdagangan manusia, narkoba, dan sebagainya. Angka itu pun dirasa akan lebih tinggi, melihat kesadaran melapor yang rendah di masyarakat.

"Jangan hanya wacana, tapi ada tindakan konkret. Pesan kalau melihat child abuse, kamu harus take action report. Diperlakukan sebagaimana kriminal lainnya. Yang punya follower (media sosial) banyak, take one pict dan taruh di media sosial. Sebagai orangtua harus mawas, ini harus disosialisasikan. Kalau enggak tayang di TV, bisa tayang di YouTube," imbuh Shanti memberi solusi.

Selain Shanty, sejumlah publik figur lainnya ikut menyuarakan hal ini. Di antaranya Widi Mulia, Rebecca Reijman dan Emilia Contesa.


(AWP)