Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan, Sulit & Memperlambat Pencairan

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 03 Jul 2015 12:19 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan, Sulit & Memperlambat Pencairan
Salah satu kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Aturan baru BPJS Ketenagakerjaan resmi diberlakukan oleh pemerintah sejak 1 Juli 2015. Namun begitu, masih banyak masyarakat yang merasakan kesulitan akibat banyaknya perubahan aturan yang ada.

"Sekarang mau cairkan harus tunggu lima hari dulu, itu enggak tahu karena adanya aturan baru atau karena ini kantor cabang ya," ujar Hari, salah seorang warga yang ditemui di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Dirinya membandingkan, empat tahun lalu dia tidak perlu menunggu beberapa hari untuk mencairkan dananya. Sebab dana bisa langsung dicairkan pada hari pengajuan melalui cash, giro atau transfer.

Warga Kedaung, Ciputat ini juga mengatakan tak ada perbedaan jauh mengenai persyaratan yang harus dilampirkan untuk pengajuan, meskipun menurut dia aturan baru dirasa menyulitkan. "Persyaratan sama saja. Tapi (adanya aturan baru) sulit ya memperlambat pencairan dananya," lanjut dia.

Selain itu, dalam aturan baru juga ditetapkan bahwa pekerja yang kembali bekerja setelah berhenti akan dilanjutkan lagi kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan.

"Dulu waktu saya bekerja terus resign itu tetap bisa cairin dana dari perusahaan A. Kalau sekarang kan katanya kalau kita berhenti terus kerja lagi itu uang yang lama enggak bisa diambil. Enggak tahu kenapa begitu, kaya hilang begitu saja," pungkas dia.


(AHL)