Babel Stop Ekspor Kemplang ke Tiga Negara

Antara    •    Jumat, 03 Jul 2015 15:27 WIB
ekspor
Babel Stop Ekspor Kemplang ke Tiga Negara
Pengusaha kemplang menunjukkan hasil olahannya. FOTO: MI/NDARI

Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Pengrajin hasil olahan perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terpaksa menghentikan ekspor kerupuk kemplang ke Singapura, Hong Kong, dan Qatar. Penghentian ini karena biaya pengiriman produk ke tiga negara tersebut terlampau tinggi.

"Ekspor kemplang ke tiga negara tersebut terkendala biaya, transportasi, dan sistem pembayaran produk yang dinilai belum menguntungkan perajin," kata Kabid Bina Usaha dan Pemasaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Babel, Harun, di Pangkalpinang, Jumat (3/7/2015).

Ia mengatakan sistem pembayaran ekspor kemplang ikan ini dilakukan 50 persen, sehingga pelaku usaha pengolahan perikanan sulit untuk memutarkan modal usahanya.

"Perajin menginginkan barang yang dikirim dibayar penuh, tidak dibayar setengah, sehingga mereka mudah meningkatkan usahanya," ujarnya.

Selain itu, kata dia, alasan perajin kemplang ikan menghentikan pengiriman produk karena permintaan pengusaha di tiga negara tersebut tinggi, mencapai tiga ton per bulan.

"Saat ini, produksi kemplang ikan masih kurang memadai karena pengolahan produk hasil perikanan ini masih dilakukan secara tradisional menggunakan peralatan sederhana," tambah dia.

Menurut dia produk kemplang ikan daerah ini sangat diminati pasar luar karena memiliki cita rasa yang khas dan berkualitas.

"Saat ini, produksi kemplang ikan hanya cukup untuk memenuhi pasar lokal dan belum mampu memenuhi permintaan pasar nasional dan internasional," paparnya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya terus mendorong dan membina perajin hasil olahan ikan ini untuk meningkatkan produksi sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

"Kami terus melakukan pembinaan, pelatihan dan bantuan peralatan semi modern untuk meningkatkan kualitas dan produksi kemplang dan produk lainnya seperti kretek, kricu, kripik cumi dan lainnya," pungkasnya.


(AHL)