Polisi Mensinyalir Kasus Kerusuhan Palopo Direncanakan

- 03 April 2013 14:46 wib
MI/Lina Herlina
MI/Lina Herlina

Metrotvnews.com, Jakarta: Markas Besar Kepolisin Republik Indonesia mensinyalir aksi perusakan dan pembakaran sejumlah gedung perkantoran di Palopo, Sulawesi Selatan, pada 31 Maret 2013 lalu, sudah direncanakan. Dugaan itu berdasarkan ditemukannya botol berisi bensin di lokasi.

"Kalau niatnya mau hadir rapat pleno, melihat hasil perhitungan secara wajar, tentu dia tidak bawa barang seperti itu. Dengan kondisi seperti itu patut diduga ada perencanaan aksi kekerasan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/4).

Boy mengatakan, polisi masih mendalami dugaan itu dengan memeriksa enam tersangka. Salah satunya berinisial AT, yang diduga menghasut dan menggerakkan massa untuk bertindak brutal.

"Hasil pemeriksaan sementara, AT yang dominan memprovokasi warga di sana," kata Boy.

Selain AT, lima tersangka lain berinisial S, S, W alias C, M alias I, dan ASD alias ASR. Seluruh tersangka warga asli Palopo. Namun, belum diketahui mereka mendukung pasangan calon wali kota yang mana.

"Kita belum lihat posisinya atau dalam konteks pemeriksaan. Tapi tentu ada alasan dia melakukan itu. Tentu dari rasa ketidakpuasaan hasil rekapitulasi dalam putaran kedua ini, mana yang posisinya unggul dan tidak unggul. Yang tidak unggul mengalami kekecewaan. Tindakan yang dilakukan tersangka diduga terkait hasil rekapitulasi. Lazimnya yang kecewa itu yang kalah," kata Boy.

Jenderal bintang satu itu belum menemukan indikasi massa perusuh adalah massa bayaran pihak tertentu. Polisi terus menelusuri kemungkinan itu lewat pemeriksaan tersangka maupun saksi-saksi.

Kerusuhan terjadi pascapenetapan hasil rapat pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo yang memenangkan pasangan Judas-Akhmad sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo. Pasangan tersebut menyingkirkan pasangan Haidir Basir-Thamrin Jufri.

Tak lama setelah penetapan, sekitar 500-an orang berdatangan ke Kantor KPU. Massa kemudian mengamuk dan merusak sejumlah gedung perkantoran. Saat pengamanan terkonsentrasi di Kantor KPU, massa menyasar dan merusak bangunan lain di sekitarnya.

Sejumlah bangunan yang dirusak massa adalah Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, Kantor Wali Kota Palopo, Dinas Perhubungan, Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kantor Kecamatan Wara Timur, dan Kantor Harian Palopo Pos.

()

PPP--Antara/Putra Mahesa

Mengapa PPP Jadi "Idola" Partai Besar?

25 April 2014 10:19 wib

PASCA Partai Persatuan Pembangunan mencapai islah dalam konflik internalnya, dan menegaskan diri belum…