Ini Syarat Cairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 03 Jul 2015 16:40 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Ini Syarat Cairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan
Salah satu kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah menetapkan BPJS Ketenagakerjaan mulai berlaku sejak 1 Juli 2015. Dalam peraturan tersebut, terdapat perubahan di antaranya pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) setelah 10 tahun. Sedangkan pada peraturan sebelumnya hanya lima tahun satu bulan.

"Manfaatnya, info yang sudah kami terima berkaitan dengan JHT persyaratan pengajuan klaim JHT sebelumnya itu masa kepesertaan lima tahun dan masa tunggu satu bulan," ujar Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru, Hasan Fahmi, kepada Metrotvnews.com, di Jalan Dharmawangsa III, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Dia menambahkan, masa tunggu itu artinya tenaga kerja sudah tidak bekerja lagi. "Lima tahun kepesertaan tenaga kerja tidak bekerja lagi sama sekali kepada perusahaan manapun peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian satu bulan itu masa tunggu untuk BPJS melakukan komunikasi dengan pihak perusahaannya. Apakah iurannya sudah dibayarkan dan sebagainya," lanjut dia.

Selain persyaratan lima tahun satu bulan, persyaratan lain yang juga bisa mencairkan dana adalah cacat total, meninggal dunia, warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia kemudian tidak kembali lagi ke Indonesia dan mencapai usia 55 tahun.

"Ketentuan sekarang memenuhi kepesertaan sekurang-kurangnya 10 tahun bisa mencairkan JHT, mencapai usia 56 tahun, kemudian cacat total bisa mengambil JHT, kemudian WNA yang kembali ke negara asalnya kemudian tidak kembali lagi ke Indonesia itu bisa mencairkan JHTnya," terangnya.

Sementara bagi peserta yang masih aktif tapi sudah lebih dari 10 tahun tetap bisa mengambil sebesar 10 persen dari total JHT. Sementara keseluruhan total JHT hanya bisa diambil bagi peserta yang non aktif setelah 10 tahun.

"Bagaimana yang sudah 10 tahun tapi masih aktif bekerja? Bisa mengambil enggak? Bisa 10 persen dari JHTnya dan 30 persen apabila dia mau biaya perumahan," pungkas dia.


(AHL)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

11 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA