Gagasan Electoral Vote NasDem Butuh Pendalaman

Meilikhah    •    Jumat, 03 Jul 2015 18:17 WIB
nasdem
Gagasan <i>Electoral Vote</i> NasDem Butuh Pendalaman
Irman Putrasidin---MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar hukum tata negara Andi Irmanputra Sidin menilai gagasan electoral vote usulan Partai NasDem masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Dia mencontohkan, referensi yang digunakan Parta NasDem untuk menggagas electoral vote masih lemah dan dipastikan diadang konstitusi.

"Kita lihat di sini referensinya hanya di Amerika Serikat, ini butuh lebih banyak pendalaman untuk mematangkan gagasan," kata Irman, di Kantor DPP NasDem, Jalan R.P Soeroso, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).

Meski mendukung gagasan itu sebagai proses restorasi dalam berbangsa dan negara, pola electoral vote dalam pemilihan presiden masih belum banyak diadopsi pada pemerintahan negara lain kecuali Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat gagasan electoral vote akan menemui tembok konstitusi yang sulit ditembus.

"Gagasan politiknya oke, tapi nampaknya akan menghadapi tembok konstitusional yang besar tentang sistem pemilihan presiden," kata Irman.

Lemahnya gagasan dan prediksi penolakan dari berbagai pihak tak langsung membuat Irman tak menyetujui gagasan tersebut. Asalkan melalui pembahasan lebih dalam dengan kontruksi kuat secara politik dan konstusi, bukan tidak mungkin gagasan electoral vote partai NasDem akan diterima rakyat Indonesia.

"Saya tidak mau serta merta mengatakan bahwa ini inkonstitusional, tapi memang butuh bangunan untuk menyesuaikannya dengan Undang-undang 1945. Ini gagasan dalam konteks konstituai dan masih banyak bangunan yang harus disusun," jelasnya.


(TII)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

4 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA