Aklamasi Terancam Batal, PDIP Konsultasi Ke KPU

Amaluddin    •    Sabtu, 04 Jul 2015 02:50 WIB
pilkada serentak
Aklamasi Terancam Batal, PDIP Konsultasi Ke KPU
Seorang wisatawan mengendarai kendaraan di samping bendera dan poster PDI-P menjelang Kongres IV PDI-P di Sanur, Bali, Senin (6/4). (FOTO: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Surabaya: Berbagai intrik partai politik (Parpol) terus bergulir pasca deklarasi koalisi Majapahit oleh enam parpol, yakni Partai Demokrat, Gerindra, Golkar, PKB, PAN dan PKS. Teranyar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait apakah pilkada aklamasi bisa dilakukan apabila hanya ada satu pasangan calon di pilwali Surabaya 9 Desember 2015 mendatang.  
 
"Kami (DPC PDIP Kota Surabaya) tidak ingin terjebak dalam perdebatan pendapat yang tidak mendasar. Untuk itu kami ingin tahu aturannya jika memang benar hanya ada satu pasangan calon," ujar Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Didik Prasetyo, dikomfirmasi, Jumat (3/7/2015).

Dadik mengatakan, kedatangannya ke KPU kota Surabaya untuk meminta penjelasan perihal aturan yang berlaku dalam proses penyelenggaraan tahapan Pilwali Kota Surabaya. Khususnya, kata dia, apabila sampai batas akhir masa pendaftaran pasangan calon ternyata hanya ada satu pasangan calon Walikota-Wakil Walikota yang mendaftar.
 
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Surabaya Purnomo S.P. mengatakan, KPU Pusat sebenarnya telah mengelurkan sejumlah regulasi dan aturan terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 yang melibatkan 269 daerah termasuk Pilwali Kota Surabaya. Regulasi ini, kata dia, secara detail dan terperinci sudah mengantisipasi keadaan ini.
 
“Khusus untuk proses pencalonan, KPU Pusat telah mengeluarkan PKPU nomor 9 Tahun 2015 dan SE Nomor 302. Dalam PKPU tersebut semuanya juga telah diatur secara rigit termasuk terkait bila terjadi dalam proses pencalonan hanya ada satu pasangan calon saja. Artinya semuanya ada jalan keluar atau solusinya,” kata Purnomo.
 
Purnomo menegaskan bila hingga batas penutupan pendaftaran pencalonan hanya ada satu kandidat pasangan calon, tahapan pendaftaran pasangan calon akan diundur selama 3 hari secara berturut-turut. Mereka menunggu ada kandidat pasangan calon yang mendaftar.
 
“Penggunaan pengunduran waktu selama tiga hari ini akan berlangsung terus hingga hari pemungutan suara 9 Desember 2015. Bila sampai masa itu masih tidak ada yang mendaftar maka tahapan pelaksanaan pilwali akan diundur dengan masa waktu diperpanjang selama 10 hari. Ini sesuai dengan PKPU No 9 Tahun 2015 pasal 84,” jelas Purnomo.
 
Kendati demikian, Purnomo mengaku optimis bila dalam proses pelaksanaan pilwali 2015 nantinya akan ada paling sedikit dua pasangan calon yang bakal mendaftar. Hal itu melihat keadaan yang sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
 
“Melihat dari sejarahnya KPU yakin Pilwali Kota Surabaya 2015 ini akan sama dengan pilwali sebelumnya dengan diikuti sejumlah pasangan kandidat sehingga Pilwali Kota Surabaya akan terlaksana sesuai agenda tahapan yang ada,” tandas dia.
(OGI)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

17 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA