Prioritaskan Penguatan AL dan AU, Tantowi Tunggu Komitmen Gatot

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 04 Jul 2015 06:53 WIB
panglima tni
Prioritaskan Penguatan AL dan AU, Tantowi Tunggu Komitmen Gatot
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) mengacungkan jempol kepada wartawan usai pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/7). (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya mengapreasi visi dan misi yang disampaikan calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memprioritaskan penguatan alutsista TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU). Dia pun akan menunggu komitmen Jenderal bintang empat ini.

"Kita akan melihat konsisten dia yang akan memperkuat matra laut dan udara. Ini sangat pas dengan kondisi kita saat ini," kata Tantowi di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).

Tantowi mengaku terkejut dengan visi dan misinya yang ingin memperkuat matra laut dan matra udara. Sebab, Gatot bukanlah prajurit dari berasal dari dua matra tersebut.

"Kita cukup kaget juga. Dia yang berasal dari angkatan darat ternyata memprioritaskan angkatan laut dan udara bukan darat," ujar dia.

Namun, kata dia, memperkuat matra laut dan matra udara memang sangatlah penting demi merealisasikan tujuan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim dunia. Pasalnya, jelas dia, selama ini pengguatan di dua matra ini sedikit terlupakan dibandingkan matra darat.

"Dalam postur anggaran yang memiliki kue paling besar itu ya angkatan darat. Padahal, kalau kita berbicara ancaman paling besar itu dari laut dan udara. Terlebih dalam pemerintahan Jokowi sekarang laut dipusatkan karena kita negara maritim," pungkas dia.

Calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan kekuatan militer Indonesia harus fokus pada dua kekuatan, yakni kekuatan AL dan AU. Hal ini disampaikan Gatot uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR, Rabu 1 Juli 2015.

Gatot mengatakan bahwa Indonesia yang berada di garis ekuator, menjadi salah satu tujuan ancaman dunia ke depannya. Sebab, energi fosil seperti minyak bumi, diperkirakan habis pada sekitar tahun 2045 sehingga dunia akan beralih pada energi alami. Negara-negara yang dilalui equator termasuk Indonesia, akan menjadi incaran dunia.

 



(OGI)