Tantowi: Landasan Udara Baru Harus Jauh dari Pemukiman Penduduk

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 04 Jul 2015 07:46 WIB
hercules jatuh di medan
Tantowi: Landasan Udara Baru Harus Jauh dari Pemukiman Penduduk
Salah satu pesawat Hercules C-130H milik TNI AU mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma (Foto: AFP PHOTO/Bay ISMOYO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai peristiwa kecelakaan pesawat Hercules C-130 yang diduga akibat menabrak antena radio harus menjadi pembelajaran penting. Komisi I DPR RI, kata dia, akan mempertegas komitmennya untuk membangun landasan udara yang jauh dari pemukiman warga sipil.

"Apa yang terjadi di medan kemarin kembali mempertegas komitmen kita membangun landasan yang jauh dari pemukiman. Bisa saja gagal lepas atau landing jadi harus bermanuver jadi harus luas," kata Tantowi di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).

Menurut dia, apabila landasan udara berdekatan dengan pemukiman, kecelakaan yang melibatkan masyarakat pun tidak terhindarkan. Hal ini seperti yang terjadi di Medan beberapa waktu lalu.

Pesawat Hercules C-130 diduga menabrak antena radio sehingga terjatuh. Tak hanya itu, akibat landasan udara yang berdekatan dengan pemukiman penduduk, membuat kecelakaan ini pun harus memakan korban dari warga sipil.

"Kalau relokasi pemukiman itu susah, jadi pembangunan landasan udara barunya harus jauh dari pemukiman. Dalam radius beberapa kilo meter harus jauh dari bangunan-bangunan," ujar dia.

Politikus Partai Golkar ini pun kembali menegaskan bandara ataupun pangkalan udara (lanud) militer jangan berdekatan dengan pemukiman penduduk. "Lanud sipil dan militer tidak boleh berdekatan dengan pemukiman sipil," tegas dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma Dwi Badarmanto mengatakan pesawat Hercules C-130 yang terjatuh di Medan, disebabkan menabrak antena. Dia menjelaskan, andai tidak ada antena radio, kemungkinan besar penerbangan itu selamat meski mengalami kerusakan salah satu mesin.

Kecelakaan ini menyebabkan alutsista milik TNI AU dan beberapa bangunan serta kendaraan di Jalan Mayor Djamin Ginting, Medan, hancur. Tak hanya itu, ratusan warga sipil dan anggota TNI ikut tewas.



 


(OGI)