Kapuspen TNI: Dari Sisi Pemeliharaan, Hercules Sangat Memenuhi Syarat

Githa Farahdina    •    Sabtu, 04 Jul 2015 10:35 WIB
hercules jatuh di medan
Kapuspen TNI: Dari Sisi Pemeliharaan, Hercules Sangat Memenuhi Syarat
Kapuspen TNI Mayjend TNI Fuad Basya. (MI/Immanuel Antonius)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jatuhnya pesawat Hercules C-130 dengan nomor register penerbangan A1310 di Medan, Sumatra Utara, beberapa hari lalu menimbulkan kontrovesi. Banyak pihak menuding jatuhnya Hercules karena alutsista Indonesia sama sekali tak memadai.

Menurut Kapuspen TNI Mayjend TNI Fuad Basya, hal itu tidak benar. "Dari sisi pemeliharaan dia sangat memenuhi syarat," kata Fuad dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2015).

Fuad berbicara sesuai fakta. Ia menjelaskan, Hercules akan memasuki masa 'tua' apabila telah terbang 38.000 jam, sementara Hercules yang jatuh baru menempuh 28.000 jam. Ketika berangkat pun, seluruh komponen pesawat telah dicek. Ketika semua siap, pesawat baru diperbolehkan terbang.

"Kemungkinan, pesawat siap terbang, di udara mesin rusak sebelah kanan, dia minta balik, langsung belok kanan, kena antena Joy FM, ini radiusnya dekat, padahal antena ini seharusnya radius 5 km. Kita tidak bisa bilang jatuhnya Hercules karena (adanya antena), ini sudah terjadi," terang Fuad.

Ia menegaskan, pesawat tak akan berangkat bahkan bila komponen terkecil, misalnya lampu mengalami kerusakan. "Semua alutsista semuanya dicek," tegas Fuad.

Perawatan pesawat juga disebut sangat optimal. Apalagi, Indonesia memiliki empat tingkatan pesawat, yakni pesawat baru, rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.

"Kita menghitung, 50 jam terbang, rusak tidak rusak, dia harus masuk pemeliharaan skuadron. Tiga tahun dia harus masuk skuadron teknik. Apabila masuk lima tahun, 3.600 jam terbang, dia harus masuk depo pemeliharaan di Bandung. Ini cukup lama pembedahannya, dibedah semua, setelah keluar dari depo, pesawat jadi 'Bujang' kembali. Siap pakai," terangnya.


(MEL)