Ekonomi tak Menentu, BII Revisi Penyaluran Kredit Jadi 11%

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 04 Jul 2015 11:36 WIB
bii
Ekonomi tak Menentu, BII Revisi Penyaluran Kredit Jadi 11%
Ilustrasi BII -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) merevisi rencana bisnis bank (RBB) terhadap sejumlah indikator pertumbuhan di 2015 ini. Revisi dilakukan sejalan dengan perlambatan ekonomi Indonesia dan perekonomian dunia yang tengah tidak menentu.

Direktur Keuangan BII Thilagavathy Nadason menyatakan, BII melakukan revisi terhadap beberapa indikator bisnis, yang salah satunya adalah pertumbuhan kredit di 2015 ini. Pada tahun ini, pertumbuhan kredit di revisi menjadi hanya tumbuh sebanyak 11 persen.

"Berdasarkan Bank Indonesia (BI) (pertumbuhan kredit) sebesar 15 persen sampai 17 persen, BII revisi ke 11 persen," ungkap Thila, di acara buka puasa bersama media, di Kantor Pusat BII, Jakarta, Jumat 3 Juli 2015.

Thila menjelaskan, awalnya BII menargetkan pertumbuhan kredit dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di angka yang sama. Namun, merujuk situasi dan kondisi perekonomian, baik ekonomi Indonesia maupun ekonomi dunia maka pertumbuhan itu diturunkan.

"Loan turun 11 persen. DPK juga turun (menjadi 11 persen)," ungkap perempuan pemilik gelar Bachelor di bidang Akuntansi dari National University of Singapore dan juga merupakan anggota dari Institute of Certified Public Accountants of Singapore ini.

Di sisi lain, Thila menegaskan bahwa BII tidak akan mengeluarkan obligasi di sepanjang tahun ini. Sejauh ini, loan to deposit ratio (LDR) berada di level yang baik sehingga pada kuartal berikutnya BII tidak perlu mengeluarkan obligasi.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA