Vietnam-Rusia Bahas Pembangunan Infrastruktur PLTN

Arif Wicaksono    •    Sabtu, 04 Jul 2015 16:17 WIB
nuklir
Vietnam-Rusia Bahas Pembangunan Infrastruktur PLTN
Area pembangkit nuklir di Rusia -- REUTERS/Yuri Maltsev

Metrotvnews.com, Moskow: Langkah Vietnam untuk membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) semakin tegas setelah melakukan pembahasan rencana pembangunan infrastruktur bersama dengan Rusia. Pekan lalu, kelompok kerja kedua negara bertemu di Hanoi, Vietnam, berdiskusi mengenai rancangan Rusia untuk membangun PLTN di Provinsi Ninh Thuan.

Direktur Departemen Kerja Sama Internasional Bidang Ilmiah dan Teknis Rosenergotom Concern Yuri Sokolov mengatakan, pembangunan infrastrutur menjadi salah satu tugas utama negara-negara yang ingin mengembangkan industri tenaga nuklir.

"Rosatom memiliki kompetensi yang memungkinkan untuk membangun 19 elemen infrastruktur nuklir," ujar Yuri yang juga menjabat sebagai wakil ketua dari kelompok kerja kedua negara ini, dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

Rosenergotom sendiri adalah anak perusahaan Rosatom, BUMN nuklir asal Rusia. Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Vietnam Hoang Anh Tuan mengatakan, Vietnam bisa segera membangun infrastruktur PLTN  seiring dengan  restu yang diberikan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sebelumnya, Rusia telah mempresentasikan rancangan rencana pembangunan infrastruktur nuklir untuk Vietnam. Rencana ini dirancang atas dasar pengalaman kerja sama sebelumnya dengan negara-negara yang baru dalam industri nuklir, seperti Bangladesh, Turki, Yordania, Belarus, dan Nigeria.

Dalam kerja sama antar kedua negara, Rosatom akan memberikan program pelatihan, lokakarya, dan jasa konsultasi kepada para spesialis nuklir Vietnam. Kedua negara juga sepakat untuk bekerja sama menguatkan penerimaan publik terhadap kehadiran energi nuklir di Vietnam.

Kerja sama Rusia dan Vietnam untuk mengembangkan energi nuklir telah dimulai pada tahun 2010 ketika perjanjian kerja sama untuk membangun sebuah PLTN di Vietnam disepakati. Sejak saat itu, Vietnam mulai mengirimkan generasi mudanya ke Rusia untuk belajar nuklir.

Pada saat yang sama, pemerintah terus melalukan sosialisasi energi nuklir kepada masyarakatnya hingga 2012, Vietnam mendirikan Pusat Informasi Energi Nuklir yang terbuka untuk umum dan telah dikunjungi lebih dari 20.000 orang.


(AHL)