Pasar Murah di Tepian Hutan Nganjuk

Aulia I. Salam    •    Sabtu, 04 Jul 2015 19:16 WIB
pasar
Pasar Murah di Tepian Hutan Nganjuk

Metrotvnews.com, Nganjuk: Suasana pagi di Desa Pinggir, Lengkong, Nganjuk, akhir pekan ini lebih meriah dari biasanya. Warga desa terpencil itu memadati lokasi pasar murah digelar Perhutani.

Paket berisi aneka rupa kebutuhan pokok warga dijual dengan warga murah. Ada minyak goreng, beras, gula dan lain sebagainya.

"Saya seneng ada pasar murah ini, sangat membantu. Tapi isinya mbok nanti ditambah kopi dan susu," ujar Suparman, warga Pinggir yang baru mendapatkan paket sembako.

Sebelumnya oleh Direktur Utama Perhutani, Mustoha Iskandar dan Kepala Divisi Regional Jatim, Andi 
Purwadi, diserahkan paket sembako kepada empat orang perwakilan warga. Penyerahan ini sekaligus tanda dibukanya pasar murah. 

"Pasar murah ini khusus kami adakan di desa-desa yang warganya nafkahnya dari hutan. Lokasinya pun yang sulit dijangkau," ujar Mustoha 

Selain di Nganjuk, pasar murah juga Perhutani gelar di Desa Bangunrejo Lor, Kab. Ngawi dan Desa Plandirejo, Kab. Blitar. Di Jawa Tengah lokasinya di Desa Ngaren, Boyolali, Desa Sambirejo, Blora, Desa Tenogo, Pekalongan. 

Sedangkan di Jawa Barat dan Banten lokasi pasar murah di Desa Cibaliung, Pandeglang, Desa Wangunjaya, Garut, Desa Kubangsari, Cikatomas.

Pasar murah yang membantu warga mempersiapkan diri menyambut lebaran ini merupakan rangkaian program Perhutani untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Saat ini tercatat ada 5.278 kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan yang Perhutani bina agar aktif mencintai dan menjaga kelestarian hutan.

Selain mendapatkan manfaat dari kegiatan kerja di hutan, warga juga mendapatkan nilai dari sharing hasil hutan kayu-non kayu, pembinaan usaha produktif, pelatihan dan pinjaman dana kemitraan bunga rendah.

 


(LHE)

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

35 minutes Ago

KPK juga telah melakukan penggeledahan, penyitaan dan penelusuran aliran dana yang diduga berka…

BERITA LAINNYA