Dinilai Kontra Produktif, KMP Desak Pemerintah Berbenah

Arga sumantri    •    Sabtu, 04 Jul 2015 20:30 WIB
jokowi-jk
Dinilai Kontra Produktif, KMP Desak Pemerintah Berbenah
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Koalisi Merah Putih (KMP) lewat Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai pemerintahan Jokowi sampai saat ini belum bisa mewujudkan sepenuhnya janji-janjinya saat masa kampanye. Beberapa kebijakan, justru menimbulkan akibat yang kontra produktif.

"Momentum ini, Jokowi dan kabinetnya tidak bisa manfaatkan itu, berbagai kebijakan justru menimbulkan kontra produktif, ini sangat disayangkan," kata Ahmad Muzani di Jakarta, Jumat malam, 3 Juli 2015.

Menurut politikus Gerindra ini, salah satu kebijakan pemerintah yang dinilai kontra produktif adalah soal keputusannya menaikkan harga BBM. Janji pemerintah yang bakal menggunakan kelebihan subsidi BBM untuk pembangunan di sektor produktif, menurut dia, tidak berjalan maksimal.

"Kelebihan subsidi BBM dijanjikan untuk sektor produktif, tapi sektor produktif apa yang sekarang dibangun oleh Jokowi, pembangunan ini itu cuma diletakkan batunya," tambahnya.

Dia mengklaim, KMP sudah berusaha menjaga stabilitas politik guna menciptakan iklim pemerintahan yang kondusif. Namun, momentum ini menurutnya tidak bisa dimanfaatkan oleh pemerintahan Jokowi. Malah, pertumbuhan ekonomi pada masa pemerintahan Jokowi, kata dia, terus melorot.

"Bidang ekonomi, pertumbuhannya melorot, sekarang bisa mencapai 5 persen saja Alhamdulillah, apalagi 7 sampai 9 persen sesuai janjinya," terang dia

"Kedua kurs rupiah terhadap mata uang asing, sekarang sudah sekitar Rp13000 lebih, berati semenjak pemerintahan Jokowi terjadi kenaikan kurang lebih Rp4000," tambahnya.

Dia pun mendesak Jokowi dan jajarannya untuk segera bertindak mengatasi kondisi tersebut agar tidak semakin terpuruk. Sebab, jika tidak, dapat berakibat pada daya beli masyarakat yang semakin jauh. Hasilnya, berbagai macam tingkat kebutuhan masyarakat tidak lagi terpenuhi. 

"Ancamannya kepada tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan sebagainya," pungkas dia.


(SUR)

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

35 minutes Ago

Mantan Direktur Umum PNRI, Isnu Edhi Wijaya menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi K…

BERITA LAINNYA