Pangan Bentuk NTP Bali Naik 2,12%

Antara    •    Minggu, 05 Jul 2015 15:07 WIB
pangan
Pangan Bentuk NTP Bali Naik 2,12%
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Denpasar: Subsektor tanaman pangan yang meliputi padi dan palawija (NTP-P) dalam membentuk nilai tukar petani (NTP) Bali perannya mengalami kenaikan sebanyak 2,12 persen pada Juni 2015 dibanding bulan sebelumnya yakni dari 93,21 persen menjadi 95,33 persen.

"NTP-P itu masih berada di bawah angka 100 yang menunjukkan bahwa sektor pertanian tanaman pangan masih lebih besar pasak daripada tiang, yakni pengeluaran untuk konsumsi dan usaha produksi pertanian lebih besar dibandingkan hasil yang diterima," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar, di Denpasar, Minggu (5/7/2015).

Ia menambahkan, indeks harga yang diterima petani (lt) pada subsektor tanaman pangan naik sebanyak 2,32 persen. Kondisi tersebut terjadi pada kelompok padi sebanyak 2,74 persen dan palawija 1,22 persen. Pada sisi lain indeks harga yang dibayar petani (lb) juga mengalami kenaikan sebanyak 0,11 persen, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang diterima petani (lt).

Panasunan Siregar menjelaskan, kenaikan indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga sebanyak 0,13 persen, sementara biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) menurun sebanyak 0,01 persen.

Harga gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani di Bali juga mengalami kenaikan sebanyak 9,58 persen pada Juni 2015, dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau Mei 2015. Demikian pula harga gabah di tingkat penggilingan naik sebanyak 9,22 persen.

Meskipun demikian harga gabah tersebut jauh di atas harga patokan pemerintah (HPP) yakni di tingkat petani sebesar Rp4.161 per kilogram (kg) dan ditingkat penggilingan Rp4.217 per kg.
Subsektor tanaman pangan merupakan salah satu dari lima pembentukan NTP Bali. Dari lima subsektor itu empat di antaranya mengalami peningkatan dan satu subsektor menurun yakni  hortikultura 0,57 persen.

"Tiga subsektor lainnya yang mengalami kenaikan dalam pembentukan NTP terdiri atas tanaman perkebunan rakyat 0,75 persen, subsektor peternakan 1,16 persen, dan subsektor perikanan 0,22 persen," pungkas Panassunan Siregar.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA