Hajrianto: Kasus Cebongan Momentum Berantas Premanisme

- 05 April 2013 10:28 wib
Wakil Ketua MPR RI Hajrianto Y Tohari--ANTARA/Reno Esnir/rj
Wakil Ketua MPR RI Hajrianto Y Tohari--ANTARA/Reno Esnir/rj

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Hajrianto Y Tohari memuji TNI AD bersikap ksatria mengakui keterlibatan 11 oknum Kopassus dalam penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Meski ada semangat kesetiakawanan atau Esprit de corp, hukum tetap harus ditegakkan sesuai prinsip persamaan di depan hukum atau equality before the law.

"Kini rakyat menunggu langkah selanjutnya baik langkah dari internal TNI AD sendiri, maupun langkah hukum oleh para penegak hukum," kata Hajrianto kepada Metrotvnews.com, Jumat (5/4).

Menurutnya, temuan tim pencari fakta TNI AD merupakan momentum untuk memberantas kegiatan premanisme. Bagaimanapun juga, peristiwa penyerangan LP Cebongan bermula sekelompok preman yang mengeroyok dan membunuh seorang anggota Kopassus.

"Maka ini harus dijadikan momentum yang sangat berharga untuk memberantas premanisme sampai ke akar-akarnya," ujarnya.

Penegak hukum perlu segera mengambil langkah kongkret menyikat habis premanisme di Indonesia. Sebab, bukan rahasia lagi bahwa rakyat di berbagai tempat mengalami keresahan atas maraknya premanisme.

"Rakyat tidak berdaya menghadapi premanisme di berbagai sentra kehidupan. Rakyat tidak berani membalas para preman. Dan terbukti hanya aparat TNI yg memiliki keberanian untuk membalas aksi-aksi para preman. Sayangnya, pembalasannya dilakukan secara melawan hukum dan main hakim sendiri," tutur Ketua DPP Partai Golkar itu.

()

AJANG untuk mendamaikan pertikaian partai berlambang Kabah yang bergulir selama sepekan terakhir itu…