"Tjahjo Ungkap Menteri Penghina Jokowi tak Untuk Adu Domba"

Al Abrar    •    Minggu, 05 Jul 2015 19:16 WIB
menteri penghina jokowi
Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu--Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkap ada salah satu menteri yang menghina Presiden Jokowi. Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu membantah tindakan Tjahjo ini untuk mengadu domba Presiden dengan menteri tertentu.

"Bukan untuk adu domba, kita ingin sampaikan ini ada yang enggak bener," kata Masinton dalam diskusi di bertajuk 'Siapa Kena Reshuffle?', di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (5/7/2015).

Dia mengatakan, tindakan Tjahjo ini sebagai upaya untuk menjaga marwah jabatan Presiden. Ditambah lagi yang menghina ini adalah menteri. Karena alasan itu Tjahjo angkat bicara.

"Mas Tjahjo kader partai yang ditugaskan sebagai menteri. Mengatakan ada menteri yang ngata-ngatain (menghina) Presiden, itu bagian dari menjaga kewibawaan Presiden," 

Menteri yang menjadi pembantu presiden, kata Masinton, tidak layak menghina Joko Widodo yang menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan. Jika mereka merasa tidak cocok dengan Presiden, ada baiknya menteri tersebut keluar dari Kabinet Kerja.

"Ini menjaga marwah kepresidenanan sebagai kepala negara. Agar menteri-menteri yang diangkat presiden ya taat-taat saja. Kalau tidak suka ya keluar," tegas Anggota Komisi III DPR ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut ada menteri yang menghina Presiden Joko Widodo. Walau Tjahjo tidak mau menyebutkan siapa nama menteri tersebut, kader PDIP membongkar ciri menteri tersebut.

Menteri itu adalah satu-satunya menteri yang 'kedapatan' menghina Presiden. Sang Menteri disebut-sebut menyatakan Jokowi sebagai presiden peragu. 

Presiden diyakini sudah tahu siapa menteri tersebut. Hanya Presiden Jokowi belum bertindak karena sifatnya yang tidak reaksioner.

Ketidakloyalan menteri yang disebut-sebut salah satu menteri perempuan di bidang ekonomi tersebut dipertanyakan. Seharusnya menteri mendukung program Jokowi-JK dan melakukan pekerjaan dengan baik.


(SUR)