TransJakarta: KIR Bus Lorena yang Terbakar Masih Berlaku

Surya Perkasa    •    Minggu, 05 Jul 2015 23:41 WIB
transjakarta terbakar
TransJakarta: KIR Bus Lorena yang Terbakar Masih Berlaku
Petugas mengamati sisa bus transjakarta gandeng yang terbakar di Halte Bus Salemba UI, Jakarta, Jumat (3/7). (Foto: MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa hari lalu, salah satu bus TransJakarta gandeng yang dikolela Lorena terbakar. Salah satu penggiat menulis bahwa pengawasan PT TransJakarta lemah, karena bus yang disebut tidak memiliki KIR tersebut dibiarkan beroperasi.

Direktur Utama PT TransJakarta ANS Kosasih angkat bicara terkait tudingan tersebut. Kosasih mengatakan KIR bus produkan Komodo tersebut masih berlaku.

"Bus gandeng merk Komodo yang dioperasikan Lorena dengan nomor body LRN-045 masih berlaku KIR-nya hingga 15 Juli 2015. Jadi bus LRN-045 memiliki izin KIR yang masih berlaku pada saat kejadian," kata Kosasih lewat keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com, Ahad (5/7/2015).

Memang, pada tahun 2013 Kepala Unit Pengelola TransJakarta Busway pernah menindak bus bernomor LRN-045 tersebut. Namun, Lorena sudah memperpanjang KIR dari bus yang dimaksud.

"Berdasarkan fakta yang ada berarti operator Lorena sudah memperpanjang KIR dari bus dimaksud karena saat terbakar memiliki izin KIR yang masih berlaku," kata pria ini.

PT TransJakarta berjanji akan semakin  memperketat pengawasan kepada operator. Saat ini, bus dengan merk dan waktu pembelian yang sama dilarang beroperasi. Untuk masalah pengawasan kelayakan, terutama uji KIR, PT TransJakarta akan terus berkoordinasi Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

"Kami mengawasi bus secara ketat per 1 Januari 2015 ini. Kami juga bekooordinasi erat dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta terkait hal ini, karena Keur (Kir) merupakan jurisdiksi Dishubtrans DKI," tegas dia.

Sebelumnya, bus TransJakarta (TJ) milik operator Lorena bernomor bodi LRN-045 terbakar di Halte UI Salemba, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi dinilai lantaran lemahnya pengawasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) maupun PT TransJakarta.

"TJ LRN-045 pernah dilaporkan ke surat pembaca sebuah koran nasional antara September-Oktober 2014. Dalam surat pembacanya, seorang penumpang menyampaikan bahwa TJ tersebut sudah tidak berlaku KIR (Kelayakan Kendaraan)-nya sejak 2013, dan sudah dibenarkan Kepala UP TJ ketika itu," kata Penggiat @naikumum Andreas Lucky Prawira melalui rilis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 3 Juli.

Menurut dia, setelah enam bulan lebih, pengawasan Dishub maupun PT TransJakarta dinilai masih buruk sehingga bus bisa sampai terbakar. Apalagi, lanjut dia, pasca kecelakaan Mampang beberapa waktu lalu Direktur Utama PT TransJakarta menyampaikan akan menerjunkan petugas khusus ke masing-masing operator untuk memeriksa kelayakan bus yang akan operasi.

"Namun kenyataan mereka masih kecolongan," ujar dia.


(SUR)