DPR: Sistem Pemadam Api Bandara Soetta Harus Dievaluasi!

Surya Perkasa    •    Senin, 06 Jul 2015 06:43 WIB
kebakarandpr ads
DPR: Sistem Pemadam Api Bandara Soetta Harus Dievaluasi!
Tim Pemadam Kebakaran di Bandara Soetta--Foto: MTVN/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Opersional Bandara Soekarno-Hatta sempata dibuat berantakan akibat kebakaran yang terjadi di Terminal 2E kemarin, Minggu 5 Juni. Api yang menghanguskan sebagian Terminal 2E ini berasal dari JW Sky Lounge dan terus merambat ke beberap loket check-in.

Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis sangat menyayangkan kebakaran di salah satu obyek vital negara ini. Karena alasan itu, Fary mendesak pihak otoritas Bandara Soetta dan PT Angkasa Pura II mengkaji manajemen krisis yang dimiliki oleh Bandara Internasional ini.

"Diperlukan evaluasi SOP manajemen Bandara Soetta, khususnya terhadap pemadaman api di gerai makanan serta rendahnya kecepatan reaksi pihak terkait dalam memadamkan api," tegas dia, Ahad 5 Juli 2015.

Selain mendesak untuk memperbaiki sistem dan SOP penanganan bila terjadi kebakaran, operator juga dipaksa untuk segera memeriksa secara menyeluruh gerai makanan yang ada di Bandara. Karena cukup sekali ini saja Bandara Soetta kecolongan.

"Gerai makanan yang beroperasi harus dikaji. Mulai terkait dengan keamanan tempat, peralatan hingga para pekerjanya, agar bisa dipastikan keamanan dan keselamatan terjamin," kata politikus Gerindra ini.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di JW Sky Lounge di Terminal 2E, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu sekitar pukul 05.45 WIB. Asap mulai membesar pukul 06.20 WIB. 

Namun api merambat ke beberapa loket check-in dan menyebabkan sistem online tak dapat berfungsi. Puluhan penerbangan jadi terganggu. Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno Hatta yang semula ditutup karena terbakar, sudah kembali beroperasi pada sore hari.


(SUR)

KPK yang Berani Jujur Hebat

KPK yang Berani Jujur Hebat

2 hours Ago

KERJA ekstra keras yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjerat Setya Novanto dal…

BERITA LAINNYA