Dianggap Memalukan, Yunani Tolak Bailout Internasional

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 06 Jul 2015 08:50 WIB
ekonomi yunani
Dianggap Memalukan, Yunani Tolak <i>Bailout</i> Internasional
Ilustrasi. Reuters/Francois Lenoir

Metrotvnews.com, Athena: Hasil referendum memaparkan bahwa Yunani menolak bailout internasional. Hasil tersebut terungkap setelah seluruh surat suara dihitung. Angka yang dipublikasikan oleh Kementerian Dalam Negeri Yunani menunjukkan 61 persen dari surat suara sudah dihitung voting mengatakan "Tidak", serta 39 persen suara mengatakan "Ya".

Seperti dilansir dari BBC, Senin (6/7/2015), partai Syriza Yunani telah berkampanye untuk mengatakan "Tidak", serta menegaskan jika istilah bailout merupakan hal yang memalukan. Sementara lawan mereka telah memperingatkan bahwa hal ini bisa membuat Yunani dikeluarkan dari zona euro.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan pada Minggu bahwa Yunani akan mencoba solidaritas dan demokrasi Eropa. "Sampai besok, Yunani akan kembali ke meja perundingan dan prioritas utama kami adalah untuk mengembalikan stabilitas keuangan negara," katanya dalam pidatonya di televisi.

"Kali ini, utang akan berada di meja perundingan," tambahnya, mengatakan bahwa penilaian Dana Moneter Internasional yang diterbitkan pekan ini menegaskan pandangan Yunani memerlukan restrukturisasi utang. Namun demikian, beberapa pejabat Eropa mengatakan bahwa opsi "Tidak" akan dilihat sebagai penolakan langsung dari pembicaraan dengan kreditur.

Jeroen Dijsselbloem, yang mengepalai kelompok zona euro dari menteri keuangan, mengatakan hasil referendum itu "sangat disesalkan bagi masa depan Yunani". Sedangkan Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel, mengatakan perundingan baru dengan Yunani adalah suatu hal yang sulit untuk dibayangkan. Tsipras dan pemerintahnya membuat negara itu menyusuri jalan yang pahit dan penuh dengan keputusasaan.


(AHL)