DKI Didesak Kerja Bareng Polisi Tindak Parkir Liar

- 05 April 2013 23:57 wib
ANTARA/Zabur Karuru/fz
ANTARA/Zabur Karuru/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku pemalakan dengan modus parkir liar sudah berada dalam tahap merisaukan. Masyarakat tak lagi rela dimintai tarif yang melebihi aturan dan dilakukan oleh pihak yang tak berhak.

Hal itulah yang ditindaklanjuti oleh Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya lewat penangkapan 36 pelaku parkir liar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

Mereka diciduk setelah masyarakat banyak mengajukan komplain kepada Polisi lewat Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

Kepala Unit III Resmob Polda AKP Ari Cahya Nugraha mengatakan, para preman ini melakukan modus parkir liar dengan meminta uang minimal Rp10 ribu untuk kendaraan roda empat dan Rp5 ribu untuk sepeda motor, di empat kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Tarif itu di luar biaya parkir yang ditagih di loket gerbang.

Empat lokasi yang menjadi basis pemarkir liar di Senayan itu adalah Kawasan Parkir Timur, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Golf Club, dan Gelanggang Renang.

Mereka, kata Ari, menguasai daerah itu sejak sekitar 2011. Mereka beroperasi dari mulai jam 10 pagi hingga larut malam. Dan tak terbatas sekedar saat ada konser atau acara besar.

Dikatakan, para pemalak ini Menggunakan modus pemaksaan meski pihaknya tak sampai mendapati penggunaan senjata tajam.

Namun, ia menukas, dari temuannya, para pelaku akan melakukan teror mental lewat gertakan secara bersama-sama oleh beberapa kawannya jika si pemilik kendaraan enggan membayar parkir.

"Mereka meminta dengan paksa, lewat perkataan. Soal ada dengan (modus) melukai atau merusak mobil, itu masih didalami. kita coba ajukan mereka ke meja hijau lewat pasal 368 (UU KUHP tentang Pemerasan)," ujarnya, di Jakarta, Jumat (5/4).

Penangkapan di GBK ini berawal dari penelusuran pihaknya atas laporan masyarakat ke TMC Polda Metro Jaya. Tim Resmob berangkat ke lokasi dan memantau pergerakan para pemalak itu, Jumat (5/3). Petugas lantas mendapati seorang pemilik kendaraan sepeda motor yang dimintai uang parkir oleh kelompok ini, di Parkir Timur Senayan.

Mulanya, si pengendara menyerahkan Rp1 ribu. Si pemalak tak terima. Bersama kawannya, dia memaksa pemilik kendaraan untuk membayar Rp5

ribu. Cekcok pun terjadi. Momen ini dimanfaatkan anggota Resmob untuk menangkap tangan para pemalak ini. Tak cuma di kawasan Parkir Timur, kawanan mereka pun digaruk dari sejumlah wilayah di kawasan GBK.

Pada penangkan ini, kepolisian menyita sejumlah uang hasil pemalakan yang belum dikalkulasikan penyidik. Sebab, hingga berita ini diketik, pemberkasan baru saja dilakukan. Ia mengaku tak menemukan senjata tajam ataupun minuman keras.

Ia sendiri belum mengetahui bagaimana komplotan ini bisa masuk ke kawasan itu dan mengelola parkir bagian dalam kompleks olahraga itu.

Yang jelas, akunya, kawasan GBK ini adalah area yang terbuka bagi masyarakat. Siapapun bisa nongkrong di kawasan ini dengan tujuannya masing-masing.

Saat ditanya soal keterlibatan pihak pengelola Stadion Senayan, ia berujar, "Bisa jadi tutup mata, bisa jadi dapat tekanan. Uang (parkir liar) yang masuk enggak jelas kemana."

Meski begitu, Kepolisian akan tetap memintai keterangan dari pihak pengelola GBK. Tujuannya, untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pengelola soal beroperasinya para pelaku parkir liar itu.

"Akan ada pemanggilan, soal ijinnya dari mana, setoran masih diperiksa," tambah dia.

Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menyatakan, memang sudah menjadi tanggung jawab Kepolisian dalam menertibkan pelaku parkir liar ini. Hanya saja, tindakan kepolisian ini sifatnya jangka pendek.

Ini harus dibarengi dengan upaya komprehensif lewat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, dan pengelola kawasan parikir.

"Upaya berantas parkir liar ini enggak bisa setengah-setengah. Ada aspek manusianya. Mereka kebanyakan orang yang tanpa pekerjaan. Kalau tidak dicarikan pekerjaan, mereka mau kerja dimana, mau cari makan dimana?" cetusnya. (Arif Hulwan)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…