Subsidi Listrik 2016 Diminta Hanya untuk RT Miskin

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 07 Jul 2015 08:27 WIB
apbnp2015
Subsidi Listrik 2016 Diminta Hanya untuk RT Miskin
Ilustrasi listrik -- ANTARAFOTO: ARI

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Anggaran DPR RI memberikan masukan pada Pemerintah, agar dalam penyediaan subsidi listrik tahun depan benar-benar ditujukan untuk rumah tangga (RT) miskin.

"Kita ingin memberikan subsidi itu kepada orang miskin atau kepada rumah tangga miskinlah yang berhak mendapat subsidi. Hal seperti ini harus diperbaiki ke depan oleh pemerintah," kata Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit, dalam rapat kerja di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 6 Juli 2015.

Oleh karena itu, Banggar meminta Pemerintah agar dalam penyediaan listrik tahun depan tidak menaikkan tarif listrik golongan 450 dan 900 volt ampere (VA). "Sekitar 30 juta rumah tangga menguunakan listrik berdaya pemakaian 450 dan 900 VA termasuk home industry dan usaha mikro," ujar dia.

Supit menambahkan, selama ini DPR menyoroti, kebijan subsidi listrik selama ini dipandang sudah tidak masuk akal, di mana masih banyak masyarakat dengan kategori berada yang menikmati subsidi.

"Katakanlah contoh subsidi listrik, kita memberikan kepada 44,65 juta rumah tangga, ekuivalen 200 juta penduduk Indonesia dan subsidi listriknya itu sesuatu yang menurut Banggar tidak masuk akal," jelas Supit.

Lebih jauh, bukan hanya subsidi listrik Banggar juga meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pola pemberian subsidi, besaran subsidi dan pengawasan pelaksanaan subsidi nonenergi, seperti subsidi pupuk.

"Subsidi pupuk benih dan seterusnya yang kalau kita dalami  banyak yang tidak tepat sasaran. Barangkali Pak Menteri Keuangan sebelum membuat nota keuangan ini nanti dikaji ulang agar kita bisa melihat apakah ini betul-betul tepat sasaran atau tidak," pungkasnya.


(AHL)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

8 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA