BPK Temukan Kejangglan Pembelian Lahan, Ini Penjelasan Ahok

Wanda Indana    •    Selasa, 07 Jul 2015 13:47 WIB
basuki tjahaja purnama
BPK Temukan Kejangglan Pembelian Lahan, Ini Penjelasan Ahok
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Lukman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama kesal tak diberi kesempatan berbicara saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti adanya kejanggalan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI 2014 pada paripurna DPRD DKI kemarin.
 
Ahok mengaku dirinya tidak terima hasil pemeriksaan dari BPK yang menemukan adanya pembelian tanah seluas 3 hektare di komplek Rumah Sakit Sumber Waras dengan harga tak wajar senilai Rp191 miliar.
 
"Dari mana kemahalannya? Dia (BPK) bandingkan dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) di belakang (RS Sumber Waras). Jadi BPK ngotot mau memaksakan NJOP di Sumber Waras harus sama dengan NJOP tanah belakang rumah penduduk," ujar Ahok kesal di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).
 
Dijelaskan Ahok, pihaknya sama sekali tidak menaikkan harga NJOP. Dia juga mempersilahkan BPK memeriksa kenaikan NJOP dari tahun 2010 saat pengadaan lahan RS Sumber Waras hingga saat ini.
 
Terlepas dari itu, Ahok mengaku kecewa berat karena tidak diberi kesempatan untuk menanggapi laporan LKPD DKI yang dibacakan Anggota V BPK, Moermahadi Soerja Djanegara.
 
"Padahal seharusnya begitu disampaikan BPK itu saya harus ikut ngomong paling tidak terima kasih. Sudah siapin pidatonya, enggak boleh tiba-tiba. Ya sudah saya ikuti, saya enggak punya hak interupsi. Saya bukan anggota DPRD," ujar Ahok masih kesal.
 


(FZN)