Inflasi Ramadan 2015, BI: Lebih Rendah Dibandingkan Sebelumnya

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 07 Jul 2015 15:56 WIB
inflasi
Inflasi Ramadan 2015, BI: Lebih Rendah Dibandingkan Sebelumnya
Bank Indonesia (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Direktur Grup Assement Ekonomi Bank Indonesia (BI) Kiki Nahdya Asih menyatakan bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Juni 2015 tercatat sebesar 0,54 persen secara month to month (mtm) atau tercatat sebesar 7,26 persen secara year on year (yoy), lebih rendah dari historis saat Ramadan beberapa tahun terakhir.

"Realisasi inflasi Juni 2015 di seluruh wilayah berada di bawah rata-rata selama tiga tahun terakhir, kecuali Kalimantan. Tekanan inflasi pada periode Ramadan ini terutama masih bersumber dari inflasi kelompok volatile food yang mencapai 1,74 persen (mtm) atau 8,83 persen (yoy)," ujar dia, di Gedung BI, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

Dirinya menambahkan, inflasi dari kelompok volatile food mencapai 1,74 persen (mtm), relatif sejalan dengan proyeksi yang sebesar 1,82 persen (mtm). "Terutama akibat kenaikan harga pada cabai merah dan daging ayam ras sejalan dengan peningkatan permintaan pada bulan Ramadan," lanjut dia.

Inflasi administered price mencapai 0,26 persen (mtm) dibandingkan proyeksi 0,42 persen (mtm). Tekanan inflasi kelompok administreted price terutama bersumber dari tariff adjusment listrik rumah tangga dengan daya di atas 2200 VA dan kenaikan BBM non-subsidi.

"Deviasi dari proyek bersumber dari deflasi beberapa komoditas administreted price, tarif angkutan udara, angkatan laut, kereta api, dan ditundanya PPN jalan tol," jelasnya.

Sementara itu, inflasi inti mencapai 0,26 persen (mtm), lebih rendah dari proyeksi 0,41 persen (mtm). "Rendahnya inflasi inti sejalan dengan permintaan domestik yang melemah serta depresiasi rupiah pada bulan-bulan sebelumnya yang ditengarai belum di pass-on seluruhnya," pungkas dia.


(ABD)