Baru 22,7%, Menteri PANRB Dorong Percepatan Realisasi Anggaran

Mufti Sholih    •    Selasa, 07 Jul 2015 17:02 WIB
anggaran kementerian
Baru 22,7%, Menteri PANRB Dorong Percepatan Realisasi Anggaran
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. FOTO: MI/Atet Dwi Permana

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mendorong percepatan realisasi belanja kementerian lembaga (K/L) yang baru mencapai 22,7 persen dari total anggaran yang tersedia.

Yuddy pun menginstruksikan kepada para Sesmen, Sekjen, Sestama, serta Sekda untuk melakukan langkah-langkah strategis guna mempercepat realisasi anggaran. Hal ini disampaikannya di depan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir dalam rapat kerja ASN di Jakarta.

"Kemajuan realisasi anggaran ini akan menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi birokrasi," ujarnya, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, sampai dengan 22 Juni 2015 total realisasi belanja K/L baru mencapai sekira Rp181 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp795 triliun. Di samping itu, terdapat sejumlah Rp250 triliunan lebih dana yang ditransfer ke daerah masih diparkir di berbagai bank milik daerah.

Yuddy menambahkan, presiden menerima masukan dari berbagai pihak bahwa salah satu sebab lambatnya realisasi anggaran adalah rasa takut para pejabat pengambil keputusan. "Kebanyakan takut bila kebijakan yang diambil akan dikriminalisasi," tukas Yuddy.

Kementerian PANRB saat ini pun sedang mempercepat penyelesaian PP sebagai pelaksanaan UU Nomor 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan. "Kami berharap undang-undang ini memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pengambil kebijakan," jelas Yuddy.

Presiden juga menginstruksikan agar semua regulasi yang menghambat pelaksanaan pengadaan yang efisien dapat diperbaiki, dan semua kerumitan birokrasi disingkirkan.

"Saya minta semua pihak terutama Sekjen dan Sekda untuk memberikan masukan tentang regulasi yang perlu diperbaiki," pungkas Yuddy.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA