Yunani 'Membara', Pertumbuhan Investasi RI Masih Menggeliat

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 07 Jul 2015 18:14 WIB
ekonomi yunani
Yunani 'Membara', Pertumbuhan Investasi RI Masih Menggeliat
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini pertumbuhan investasi masih menggeliat. Meski, pertumbuhan ekonomi saat ini melambat akibat sentimen global yang tidak menentu, khususnya ekonomi Yunani.

"Saya meyakini investasi masih bisa tumbuh, walau keadaan saat ini terjadi," ucap Kepala BKPM Franky Sibarani, saat konferensi pers Pembatalan Tahap II Surat Persetujuan/Izin Prinsip Penanaman Modal Asing Periode 2000-2006, di kantor pusat BKPM, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Keyakinan Franky tidak sesumbar yang dikatakannya. Hal itu karena dari 100 proyek yang saat ini, ada 54 proyek yang sedang di monitor. "Keterlambatan tidak berlaku, mereka yang kerjakan proyek sedang kami monitor, 13 proyek yang sedang menyelesaikan," ungkap dia.

Ketika ditanya realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di semester I-2015, dia belum bisa menjelaskan secara detail. Sebab, angka investasi sedang dihitung dengan baik, tidak bisa diberikan saat ini.

"Saya belum bisa katakan, tapi masih bagus investasi, nanti saja angka realisasi di semester satu tahun ini," jelas Franky.

Selain itu, investor asing dan dalam negeri tidak akan mendapatkan izin prinsip berlaku seumur hidup. Masa berlaku izin prinsip berbeda-beda yakni antara dua tahun sampai lima tahun. Hal ini, berdasarkan jenis industri dan proses pembangunan kontruksinya.

"Sebetulnya dalam izin prinsip itu sudah tertulis ada masa tenggang waktunya, dan ini bisa diperpanjang. Agar izin prinsip tersebut tidak dibatalkan oleh BKPM setelah habis masa berlakunya, investor untuk melakukan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sesuai waktu yang ditentukan," pungkas dia.


(AHL)