BNN Kecewa Kurir Sabu Lolos di Bandara Malaysia

Al Abrar    •    Selasa, 07 Jul 2015 18:34 WIB
bnnpenyelundupan narkotika
BNN Kecewa Kurir Sabu Lolos di Bandara Malaysia
Tahanan BNN-- Foto: MTVN/Ayu

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) kecewa terhadap Pemerintah Malaysia lantaran satu tersangka berinisial SH berhasil kembali masuk ke Indonesia dengan membawa sabu seberat 2,2 kilogram (kg).

"Dari Malaysia ke Indonesia itu kenapa lolos, itu yang jadi pertanyaan saya dan itu berkali-kali," ujar Deputi Bidang Pemberantasan Irjen Pol Dede Fauzi L Hakim di Kantor BNN Jakarta Timur, Selasa (7/7/2015).

Dedi mencontohkan, kasus yang baru diungkap oleh pihaknya terkait penangkapan kurir sabu, dari Malaysia ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta. Dalam pengkapan itu, SH kurir asal Cimahi, Jawa Barat. Mengaku sudah tiga kali keluar masuk Malaysia Indonesia membawa sabu.

Kata Dedi, penumpang pesawat internasional bukan berarti sudah lolos di negara asal, seharusnya pihak bandara juga melakukan x-ray atau body scanner kepada seluruh penumpang dari luar negeri tersebut.

"Jangan hanya barang saja yang di-scan, tapi badan dari penumpang juga diperiksa. Jadi jangan lantas percaya kalau lolos dari luar negeri itu sudah bersih," kata Dedi.

Pada Selasa 2 Juli, BNN berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Tiga orang tersangka ditangkap dalam penangkapan tersebut. Dalam aksinya, satu dari tiga tersangka tersebut, menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia yaitu dengan cara merekatkannya diantara kedua pangkal paha dengan menggunakan lakban.

Kepada petugas, tersangka berinisial SH menyebut sabu seberat 2,2 kg tersebut akan diserahkan kepada S melalui perantaranya W, wanita berusia 31 tahun. "Ketiganya kami tangkap di tempat yang berbeda," kata Dedi.

Dari hasil pemeriksaan, HS mengaku telah tiga kali melakukan penyelundupan sabu dari Malaysia ke Indonesia, kemudian dari hasil penyidikan ditangkaplah S bos SH dan W. Petugas juga mengamankan barang bukti lain, berupa paket sabu seberat 25,3 gram dan uang sebesar Rp98.700.000 yang diduga dari bisnis barang haram tersebut.


(MBM)