Bareskrim Segera Limpahkan Kasus Kondensat ke Kejaksaan Agung

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 07 Jul 2015 22:36 WIB
korupsi migas
Bareskrim Segera Limpahkan Kasus Kondensat ke Kejaksaan Agung
Brigjen Pol Victor E Simanjuntak. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Bareskrim Mabes Polri, rencanannya esok malam, Rabu 8 Juli bakal memeriksa bekas pemilik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno (HW). Sehingga, secepatnya berkas perkara ini sudah sampai ke Kejaksaan Agung.

"Saya sih berharapnya pertengahan Juli ini berkasnya sudah ada di Kejaksaan," tegas Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor E Simanjuntak di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Victor membeberkan, berkas dari kasus dugaan korupsi kondensat yang melibatkan PT TPPI dan SKK Migas hampir rampung. Hanya tinggal menunggu keterangan dari Honggo guna melengkapi berkas pemeriksaan.

"Berkasnya sudah hampir selesai, cuma kurang pemeriksaan HW sebagai saksi dulu," jelasnya.

Jika keterangan Honggo sebagai saksi dua tersangka Raden Priyono dan Joko Harsono telah didapat, penyidik akan mengkonfirmasi keterangan tersebut kepada kedua tersangka tersebut.

Selanjutnya, barulah pemeriksaan Honggo sebagai tersangka. "Setelah itu, kita masih perlu memeriksa HW sebagai tersangka. Setelah itu baru berkas dikirim ke Kejaksaan Agung," beber jenderal bintang satu itu.

Diketahui Kasus ini bermula pada Oktober 2008, saat SKK Migas menunjuk langsung PT TPPI sebagai penjual kondensat. Perjanjian kontrak kerja sama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009. Penunjukan langsung TPPI sebagai mitra penjualan SKK Migas dipersoalkan lantaran perusahaan itu sedang dalam kondisi tak sehat secara finansial sehingga tidak layak dijadikan mitra penjualan. 

Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Hingga Maret 2010, proses penjualan justru mengakibatkan piutang sekitar 160 juta dolar AS atau Rp2 triliun. Meski begitu, proses penjualan kondensat terus dilanjutkan hingga piutang makin membengkak. Sejauh ini penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni bekas Kepala Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP Migas) Raden Priyono, bekas Deputi Finansial Djoko Harsono, serta pemilik lama TPPI Honggo Wendratno.


(AZF)

Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

Hari Ini, Dokter Bimanesh Hadapi Vonis Hakim

6 minutes Ago

Dokter Bimanesh Sutarjo bakal mendengarkan sidang pembacaan putusan oleh majelis hakim Tindak P…

BERITA LAINNYA