Total Memahami Penggunaan Wajib Rupiah

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 08 Jul 2015 08:53 WIB
total
Total Memahami Penggunaan Wajib Rupiah
Ilustrasi logo Total. AFP PHOTO / MARTIN BUREAU

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Total E&P Indonesie menyatakan dukungan terhadap Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17 Tahun 2015 mengenai Tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah berlaku per 1 Juli 2015.

"Kita paham bahwa memang demi kebaikan negara kita perlu mengurangi transaksi dolar Amerika Serikat (AS). Tapi tidak mudah," kata Vice President Human Resources Total E&P Indonesie, Arividya Novianto, di WTC II, Jakarta, Selasa (7/7/2015) malam.

Meski tergolong susah, lantaran banyak transaksi migas menggunakan dolar, perusahaan asal Prancis ini tidak mempermasalahkan peraturan tersebut. Seperti peraturan kategori pertama yang berisi tentang transaksi wajib menggunakan rupiah misalnya sewa kantor/rumah/kendaraan, gaji karyawan Indonesia, dan berbagai support services.

Ia mengungkapkan, untuk kategori tersebut perusahaan tidak memperasalahkan. Pasalnya itu sudah diterapkannya dengan menggunakan rupiah. Pun kalau masih menggunakan dolar, akan dikonversi ke rupiah.

"Mudah-mudahan tidak karena itu nature-nya rupiah, sewa apartemen sewa rumah. Tapi kalau barang yang impor itu memang bisa, jadi kalau dikonversikan otomaris si vendor naikin harga karena dia kan katakanlah hedging sendiri," jelas dia.

Meskipun demikian, Ia mengungkapkan berlakunya PBI ini tidak mengganggu neraca keuangan Total. Hal ini karena sebagian besar transaksi memang sudah menggunakan rupiah. "Tidak, Apalagi yang bagian Rupiah full transaction tidak terlalu besar kan sekarang. Dibawah 30 persen tapi dengan ini bisa naik. Yang 30 persen itu yang rupiah," pungkas dia.


(AHL)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

4 hours Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA