Kim Jong-Un Eksekusi Kepala Peternakan Kura-Kura

Fajar Nugraha    •    Rabu, 08 Jul 2015 09:52 WIB
kim jong-un
Kim Jong-Un Eksekusi Kepala Peternakan Kura-Kura
Pemimpin Korut Kim Jong-Un (Foto: Rodong Sinmun)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Seorang kepala peternakan kura-kura di dekat Sungai Taedong, menjadi korban eksekusi yang dilakukan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.

Kepala pertenakan itu dikabarkan dieksekusi karena Jong-Un tidak puas melihat pasokan air ke tanki tidak memadai. Eksekusi pun langsung dilakukan di tempat ketika pemimpin muda Korut itu berkunjung pada Mei lalu.

Menurut sumber yang diperoleh Daily NK, Kim Jong-Un memarahi semua orang yang hadir dalam kunjungan tersebut. Jong-Un menilai seluruh pihak yang terlibat dalam peternakan itu gagal untuk melakukan normalisasi produksi dan menyebut alasan mereka atas permasalahan air, listrik dan peralatan sebagai biang kesalahan, adalah alasan tidak masuk akal.

"Kepala peternakan ditembak mati setelah Kim Jong-Un merampungkan kunjungannya," ujar seorang sumber melalui telepon, kepada Daily NK, Selasa (7/7/2015).

"Dia dieksekusi karena tanki-tanki air tidak diberikan pasokan mencukupi dengan makanan dan air. Ini menyebabkan banyaknya kura-kura yang mati," lanjutnya.

Menurutnya, eksekusi ini merupakan bentukan Kim Jong-Un untuk memberikan contoh kepada orang lain, mengenai kesalahan yang diperbuat.

Menyusul banyaknya eksekusi yang dihadapi oleh petinggi di Korut, banyak kader partai yang dengan lantang menyuarakan loyalitas kepada Kim. Ini merefleksikan apa yang terjadi di peternakan kura-kura itu berlangsung karena ada pejabat rendahan yang melaporkan salah urus peternakan kepada pihak pusat.

Meskipun mengeluhkan sikap kejam Kim Jong-Un yang dengan mudah melakukan eksekusi, rakyat mulai banyak berhati-hati untuk tidak membuat kesalahan. Terutama apabila kesalahan itu terjadi di saat Kim Jong-Un melakukan kunjungan.


(FJR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA