Siapa Pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo?

Krisiandi    •    Rabu, 08 Jul 2015 10:13 WIB
tni
Siapa Pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo?
Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo bakal dilantik Presiden Joko Widodo, siang ini. Lalu siapa pengganti Gatot?

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyebut ada tiga nama yang sudah diajukan. Sayangnya, dia enggan menyebut nama para calon. 

Beberapa nama perwira tinggi Angkatan Darat yang disebut punya kans kuat menggantikan Gatot beredar di kalangan wartawan. Yang paling santer disebut Pangkostrad Letjen Mulyono dan Wakil KSAD Letjen M Munir. Ada juga nama Inspektur Jenderal TNI Letjen Syafril Mahyudin. 

Jika ditarik ke belakang, sebelum menjadi panglima Gatot dan Moeldoko menjabat KSAD. Lebih ke belakang lagi, sebelum menduduki kursi KSAD, Gatot adalah Pangkostrad, sementara Moeldoko menjabat Wakil KSAD.

Pengajar politik pertahanan dan keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi melihat Mulyono dan Munir punya kans paling kuat. Meski bukan tak mungkin muncul nama-nama lain selain dua nama itu. Namun, kata dia, Mulyono disebut lebih punya peluang.

"Jarang sekali ada bekas ajudan presiden menjadi KSAD. Dan Pak Munir adalah bekas ajudan presiden. Ini bukan tradisi, tapi selepas reformasi, tak ada bekas ajudan presiden jadi KSAD," ujar Muradi saat dihubungi, Rabu (8/7/2015). 

Namun demikian, Muradi menuturkan, politik di Angkatan Darat cenderung dinamis. Meski tidak menimbulkan gejolak yang bisa dilihat dari luar. "Pemilihan KSAD juga bergantung dari politik itu," tuturnya.

Muradi menuturkan Mulyono lebih bisa diandalkan untuk mengonsolidasikan internal Angkatan Darat. Namun demikian, Munir juga punya kelebihan karakteristik yang kuat, meski jejak rekamnya tak istimewa. 

"Tinggal presiden ingin yang seperti apa," ucapnya. Nama-nama calon KSAD disetor panglima ke Presiden untuk dipilih. 

Sekadar untuk diketahui, Letjen TNI Mulyono adalah lulusan Akademi Militer tahun 1983, setahun di bawah Gatot Nurmantyo. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 12 Januari 1961 ini pernah menjabat beberapa jabatan strategis di TNI. Antara lain, Asisten Operasi KSAD, Pangdam Jaya dan terakhir Pangkostrad menggantikan Gatot Nurmantyo yang saat itu dipromosikan menjadi KSAD.

Sama dengan Mulyono, Letjen TNI Muhammad Munir juga angkatan 1983. Dia lahir di lahir di Kendal, Jawa Tengah, 28 Oktober 1958. Jenderal infanteri ini pernah menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004. Lalu, pada 2011, Munir diangkat menjadi Pangdam III/SIliwangi. Jabatan Pangkostrad sempat diemban Munir sebelum menjadi Wakasad.

Beberapa bintang tiga lainnya antara lain Letjen Syafril Mahyudin, Inspektur Jenderal TNI. Dia lulusan Akmil 1982. Kelahiran Padang, Sumatera Barat, 27 April 1958 ini juga disebut punya peluang menggantikan Gatot. 

Lalu, ada Letjen Ediwan Prabowo yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Lulusan Akmil 1984. Mantan Pangdam IV Brawijaya ini sempat menjadi Sekretaris Pribadi Presiden SBY.

Kemudian ada juga Letjen Sonny Widjaja. Pria kelahiran Klaten, 1 Januari 57 tahun silam ini kini menjabat Dansesko TNI sejak tahun lalu. Pada 2012, dia pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi dan Koorsahli KSAD setahun setelahnya. Lalu, sebelum menjadi Dansesko, Sonny menjabat Asisten Operasi KSAD.

Terakhir ada nama Letjen Lodewijk Freidrich Paulus, Dankodiklat TNI AD. Pria kelahiran 27 Juli 1957 ini pernah jadi Danjen Kopassus dan Pangdam I/Bukit Barisan. Namun Lodewijk bakal memasuki masa pensiun dalam waktu yang tak lama lagi.   

Sebelumnya, Panglima Jenderal Moeldoko mengatakan tiga nama bakal diajukan ke Presiden Jokowi untuk menggantikan Gatot. Namun Moeldoko masih merahasiakan nama-nama itu. "Belum ada (pengganti kasad), masih diajukan. Minimum ada tiga lah," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko, usai buka bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa 7 Juli. Menurut dia, kasad baru haruslah seorang jenderal bintang tiga angkatan darat. 



(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA