Ekonomi Tiongkok Diprediksi Terus Melambat

Angga Bratadharma    •    Rabu, 08 Jul 2015 11:36 WIB
bank duniaekonomi china
Ekonomi Tiongkok Diprediksi Terus Melambat
Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Ndiame (kiri) (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: World Bank (Bank Dunia) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, akan terus mengalami perlambatan dan nantinya memiliki dampak terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Melalui live tweet-nya, Rabu (8/7/2015), berdasarkan "Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia, Juli 2015: Maju Perlahan" yang dipublikasikan World Bank, dan dipaparkan oleh Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Ndiame Diop terungkap bahwa diperkirakan Tiongkok tumbuh tiga persen di bawah rata-rata pada 2005-2011 dan investasi komoditas mulai berkurang. Perubahan ini berdampak luas.

Dalam hal ini, Diop mengingatkan agar Indonesia perlu beradaptasi terhadap perubahan-perubahan eksternal dan berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi. Apalagi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2015 melambat dan kinerja investasi masih melemah.

"Konsumsi masyarakat melemah jadi 4,7 persen di kuartal-1 2015 dibanding rata-rata 5,3 persen pada 2014. Pertumbuhan lapangan kerja juga melambat di berbagai wilayah Indonesia," kata Diop.

Diop menambahkan, menurunnya pendapatan telah membatasi ruang fiskal Indonesia. Bahkan, inflasi di Indonesia tetap tinggi akibat naiknya harga pangan. Pada akhirnya, proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia untuk 2015 turun menjadi 4,7 persen.

"Untuk tingkatkan pendapatan bisa optimalkan (penerimaan) pajak. Misal pajak kendaraan, bahan bakar, dan tembakau. Bahkan, sedang terjadi peralihan dari ekonomi berbasis komoditas ke jasa dan sektor lain. Perlu dukungan kebijakan untuk mendukungnya," pungkas Diop.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA